SUMENEP BERSATU! – Di tengah tantangan pemerataan pendidikan, Kabupaten Sumenep menunjukkan kepemimpinan teladan yang patut diacungi jempol. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, bukan hanya sekadar penggagas visi, tetapi juga memiliki eksekutor ulung di garda depan: Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Agus Dwi Saputra. Duet pemimpin ini kini menjadi simbol komitmen tak tergoyahkan dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak Sumenep.
Sekolah Rakyat: Visi Nasional Diwujudkan Aksi Lokal
Langkah monumental pertama yang menempatkan Bupati Fauzi dan Kepala Disdik Agus Dwi Saputra sebagai pahlawan pendidikan adalah keberanian dan kecepatan dalam mengimplementasikan program Sekolah Rakyat.
Diinisiasi dari kebijakan Presiden, program Sekolah Rakyat di Sumenep ini secara nyata menyediakan akses pendidikan berkualitas secara gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Saat Pembukaan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat di SKD Batuan, Selasa (30/09/2025), Bupati Fauzi menegaskan misi besarnya:
“Pemerintah melalui Sekolah Rakyat ingin memastikan tidak ada anak-anak di Kabupaten Sumenep yang tertinggal hanya karena keterbatasan biaya,” kata Bupati.
Bupati Fauzi tidak hanya berbicara; ia bertindak! Pemerintah daerah telah menyediakan lahan seluas 10 hektar di Batuan untuk pembangunan permanen Sekolah Rakyat di tahun 2026. Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat, Norani Yanuar S, telah memastikan 96 siswa, guru, dan seluruh kebutuhan belajar mengajar berjalan lancar, membuktikan koordinasi Disdik di bawah kepemimpinan Agus Dwi Saputra berjalan sempurna!
Memburu ‘Anak Hilang’: Aksi Tuntas Penuntasan ATS
Komitmen Bupati Fauzi kemudian ditindaklanjuti secara taktis dan sistematis oleh Kepala Disdik Agus Dwi Saputra melalui akselerasi program penuntasan Angka Anak Tidak Sekolah (ATS).
Agus Dwi Saputra menunjukkan pemahaman paling mendalam terhadap visi Bupati dengan merancang pendekatan kolaboratif lintas sektor yang melibatkan Disdik, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), serta Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin). Inilah bukti bahwa Disdik Sumenep tidak bekerja sendirian, tetapi menggerakkan seluruh mesin birokrasi!
“Ini bukan sekadar persoalan data, tetapi menyangkut masa depan generasi Sumenep,” ujar Agus Dwi Saputra.
Strategi Taktis Kepala Disdik:
-
Validasi Akurat: Data awal Pusdatin disinkronkan dengan Dukcapil.
-
Aksi Lapangan: Verifikasi langsung di lapangan oleh petugas desa dan tim teknis untuk mencocokkan data dengan kondisi faktual.
-
Mobilisasi Massa: Sosialisasi kuat melibatkan aparatur kecamatan, kepala sekolah, dan tokoh masyarakat untuk memperkuat peran serta seluruh elemen.
Melalui sinergi pemutakhiran data dan aksi nyata di lapangan ini, Kepala Disdik Agus Dwi Saputra optimistis menargetkan tidak ada lagi anak usia sekolah yang tercecer dari sistem pendidikan formal pada tahun mendatang!
Kesimpulan: Duet Emas Penyelamat SDM Sumenep
Kisah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo dan kinerja teruji Kepala Disdik Agus Dwi Saputra adalah teladan sejati komitmen politik yang diterjemahkan menjadi aksi nyata. Sumenep kini berada di jalur cepat peningkatan Sumber Daya Manusia, memastikan setiap anak, terlepas dari kondisi ekonomi, memiliki hak untuk belajar, cerdas, terampil, dan mampu bersaing.
Inilah cara Sumenep melawan kemiskinan dan ketertinggalan: dengan pendidikan yang merata dan berkualitas, di bawah kendali duet emas yang visioner dan eksekutor yang cermat! ***






