Bukan Sekadar Jabatan: PDIP Jatim Panggil Gen Z untuk Menjadi ‘Arsitek’ Kebijakan, Bukan Penonton!

oleh -85 Dilihat
pdip-jatim-rekrutmen-terbuka-gen-z-politik-modern
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono./Ist.@Maduraexpose.

SURABAYA, MaduraExpose.com [05 Februari 2026] – Dalam filsafat politik klasik, Aristoteles pernah menyebut manusia sebagai Zoon Politikon—makhluk yang secara kodrati hidup berpolitik. Namun, di era digital 2026, politik sering kali mengalami penyempitan makna menjadi sekadar perebutan kuasa. Dobrak mitos tersebut, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur melakukan langkah progresif dengan membuka pintu rekrutmen terbuka besar-besaran bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya Generasi Z.

 


Langkah ini bukan sekadar upaya menambah jumlah anggota, melainkan sebuah proyeksi eksistensial untuk mengintegrasikan energi kreatif anak muda ke dalam struktur kebijakan publik.

Politik Sebagai Alat Perjuangan Nilai

Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Deni Wicaksono, menegaskan bahwa masa depan demokrasi Indonesia ada di tangan mereka yang lahir antara tahun 1995 hingga 2012. Baginya, politik adalah instrumen paling konkret untuk mewujudkan gagasan.

“Kami ingin Gen Z tidak melihat politik sebagai sesuatu yang kotor atau jauh dari kehidupan mereka. Justru politik adalah alat untuk memperjuangkan nilai dan perubahan melalui kebijakan publik,” ujar Deni di Surabaya, Jumat (30/01/2026).

Menembus Sekat Birokrasi: Dari RW hingga Sayap Partai

Filosofi “Gotong Royong” yang diusung PDIP kini diterjemahkan secara fungsional. Rekrutmen ini tidak menuntut latar belakang politik praktis yang kaku. PDIP Jatim menyediakan spektrum keterlibatan yang sangat luas, mulai dari struktur paling bawah (Anak Ranting/RW) hingga berbagai badan otonom yang sesuai dengan passion Gen Z:

  • Seni & Kreativitas: Badan Kebudayaan Nasional (BKN).

  • Kemanusiaan & Alam: Badan Penanggulangan Bencana (Baguna).

  • Hukum & Keadilan: Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR).

  • Ekonomi Kreatif: Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan (BPEK).

  • Agama & Spiritualitas: Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi).

  • Kepemimpinan Muda: Taruna Merah Putih (TMP), Repdem, dan BMI.

“Politik tidak selalu soal rapat dan jabatan. Bagi Gen Z yang peka isu sosial tapi belum ingin masuk struktur, kami punya banyak ruang di sayap dan badan partai,” tegas alumnus Unair tersebut.

Pendidikan Politik yang Kontekstual

Deni menekankan bahwa bergabung dengan PDIP berarti masuk ke dalam “Laboratorium Demokrasi”. Melalui Sekolah Partai di bawah Badiklat DPD PDI Perjuangan Jatim, anak muda akan dididik bukan hanya menjadi orator, tapi menjadi eksekutor lapangan yang handal.

Keterlibatan ini adalah upaya melawan Apatisme Politik. Dalam filsafat politik modern, sikap apatis adalah bentuk “bunuh diri” demokrasi secara perlahan. Karena setiap aspek kehidupan, mulai dari harga kuota internet hingga jaminan kesehatan, adalah produk dari proses politik.

“Lebih baik Gen Z masuk, ikut mengawal, dan ikut menentukan arah. Di sini kalian belajar gotong royong dan manajemen organisasi secara langsung, bukan teori,” tambah Wakil Ketua DPRD Jatim ini.

Terbuka untuk Semua

Bagi pemuda di Jawa Timur, khususnya di Madura dan sekitarnya, kini saatnya mengubah keluhan di media sosial menjadi aksi nyata. Pendaftaran terbuka secara online maupun melalui kantor-kantor partai di 38 kabupaten/kota se-Jatim.

PDI Perjuangan memposisikan diri sebagai rumah belajar sekaligus ruang pengabdian. Pintu sudah dibuka, kini giliran Gen Z untuk melangkah masuk dan menentukan apakah mereka akan menjadi penonton sejarah, atau justru penulis sejarah itu sendiri.

Red./Editor: Ferry Arbania

Tentang Penulis: MADURA EXPOSE

Gambar Gravatar
www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

No More Posts Available.

No more pages to load.