Sumenep- Kontroversi tayangan program Xpose Uncensored di Trans7 yang diduga melecehkan Pondok Pesantren Lirboyo dan Kiai Haji Anwar Manshur kian memanas setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut bersuara.
Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI Pusat, Dr. KH. Cholil Nafis, Lc., M.A., Ph.D., mengecam keras tayangan tersebut melalui akun X (Twitter) resminya.
Dalam postingannya yang disertai unggahan video kontroversial itu, Cholil Nafis mendesak Trans7 untuk segera memberikan klarifikasi terbuka.
“Seharusnya @TRANS7 mengklarifikasi atas beredarnya video penistaan kiai dan tradisi pesantren. Jika video dan narasinya benar dari trans7 sungguh penghinaan terhadap pesantren dan benar-benar tak mengerti kearifan lokal,” cuit Cholil Nafis, yang juga dikenal sebagai Ketua Komite Nasional.
Cholil Nafis menekankan bahwa kehidupan di pesantren adalah ajaran Islam yang berakulturasi dengan budaya lokal, sehingga narasi yang merendahkan tradisi tersebut dianggap sebagai penghinaan serius.
PBNU Siap Gugat, KPID Temukan Unsur SARA
Kecaman dari MUI ini memperkuat tuntutan dari berbagai elemen masyarakat dan lembaga negara yang telah lebih dulu menyuarakan protes:
- Langkah Hukum PBNU: Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), telah menginstruksikan Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum PBNU untuk menempuh jalur hukum karena tayangan itu dinilai menghina tokoh-tokoh yang dimuliakan kalangan Nahdliyin.
- Indikasi SARA dan Disinformasi: KPID Jawa Timur telah menyoroti tayangan Xpose Uncensored, menemukan indikasi kuat pelanggaran P3SPS karena mengandung unsur SARA dan fabrikasi konten yang menyesatkan publik. KPID Jatim akan melaporkan temuan ini kepada KPI Pusat.
- Desakan Audit DPR: Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Oleh Soleh, mendesak KPI untuk menghentikan program dan mengaudit total Trans7, karena dinilai melecehkan simbol keagamaan.
Tayangan yang disiarkan pada 13 Oktober 2025 tersebut memicu kemarahan karena menyajikan narasi seperti, “Santrinya Minum Susu Aja Kudu Jongkok, Emang Gini Kehidupan Pondok?” serta menuding kiai dari Pondok Pesantren Lirboyo, KH. Anwar Manshur, menjadi “kaya raya” dari amplop yang diberikan santri.
Trans7 Telah Minta Maaf, Namun Tuntutan Tetap Berjalan
Menanggapi tekanan publik dan institusi, Andi Chairil, Production Director TRANS7, pada Selasa (14/10/2025), telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Permintaan maaf ini ditujukan kepada pimpinan, pengasuh, santri, dan alumni Pondok Pesantren Lirboyo.
Meskipun permintaan maaf sudah disampaikan, tuntutan untuk pertanggungjawaban hukum dan sanksi dari lembaga pengawas penyiaran (KPI/KPID) tetap berjalan. Desakan dari tokoh sepenting Cholil Nafis sebagai representasi MUI, yang memiliki masa jabatan hingga 2026, memastikan polemik ini akan diawasi secara ketat oleh otoritas keagamaan nasional.
Seharusnya @TRANS7 mengklarifikasi atas beredarnya video penistaan kiai dan tradis pesantren. Jika video dan narasinya benar dari trans7 sungguh penghinaan terhadap pesantren dan benar2 tak mengerti kearifan lokal.
.
Di Pesantren itu ajara Islam yg akulturasi dg budaya lokal pic.twitter.com/bt3eoeKJto— cholil nafis (@cholilnafis) October 14, 2025
[dbs/gim/fer]








![,[][]kdf](https://www.maduraexpose.com/wp-content/uploads/2021/09/kdf-180x130.jpg)