Dari Sudut Kota Tua Sumenep Menuju Puncak Senayan: Kisah Inspiratif Said Abdullah Sang ‘Raja Suara’ Nasional

oleh -647 Dilihat
MH Said Abdullah, Ketua Banggar DPRI asal Sumenep Madura Jawa Timur./Ist.@MaduraExpose.com.

 


SUMENEP, MaduraExpose.com – Nama Said Abdullah kini tercatat dalam tinta emas sejarah politik Indonesia. Menjadi peraih suara tertinggi nasional dengan koleksi 528.815 suara pada Pemilu 2024 bukanlah sebuah kebetulan. Ini adalah buah dari perjalanan panjang seorang anak Madura yang meniti langkah dari gang-gang sempit di Kota Tua Sumenep hingga menjadi “arsitek” anggaran negara di kursi Ketua Banggar DPR RI.

Bagaimana masa kecil Said Abdullah di Sumenep membentuk karakter politiknya yang militan namun tetap religius?

Akar Budaya dan Militansi Organisasi di Sumenep

Lahir dan besar di Sumenep, Said Abdullah adalah produk asli pendidikan lokal. Seluruh jenjang pendidikan formalnya, mulai dari SD hingga SMA, ia selesaikan di bumi keraton tersebut. Di kota yang kental dengan budaya literasi dan keagamaan inilah, Said muda mulai mengasah taring organisasinya.

Bukan di ibu kota, melainkan di Sumenep-lah ia pertama kali jatuh cinta pada dunia pergerakan. Aktif di Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Said menunjukkan bakat kepemimpinan yang menonjol. Langkah besarnya dimulai saat ia bergabung dengan Banteng Muda Indonesia (BMI), sebuah organisasi yang menjadi kawah candradimuka bagi karier politiknya.

Pada usia yang terbilang muda (1982–1985), ia sudah dipercaya menakhodai BMI Sumenep. Tak berhenti di sana, pengabdiannya meluas ke ranah keagamaan dengan menjabat sebagai Ketua DPC Majelis Muslimin Indonesia Sumenep pada 1984. Kombinasi identitas “Nasionalis-Religius” inilah yang hingga kini menjadi ciri khas kekuatannya di dapil Jawa Timur XI (Madura).

Transformasi Karier: Lima Periode Tanpa Putus

Karier Said Abdullah adalah potret konsistensi. Setelah matang di struktur partai tingkat kabupaten—mulai dari Sekretaris hingga Wakil Ketua DPC PDI Sumenep di era 80-an—ia akhirnya menembus Senayan pada Pemilu 2004.

Sejak saat itu, posisinya sebagai anggota DPR RI dari PDI Perjuangan tak tergoyahkan selama lima periode berturut-turut. Ketekunannya mengawal isu-isu kemasyarakatan, mulai dari Komisi VIII yang membidangi agama dan sosial, hingga kini memegang kendali strategis sebagai Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, menjadikannya politisi yang paling diperhitungkan secara nasional.

Totalitas dan Rekam Jejak Kekayaan

Meski sempat menjajal peruntungan dalam Pilgub Jatim 2013 mendampingi Bambang DH, loyalitas Said tetap tertambat pada jalur parlemen. Kepercayaan rakyat Madura yang begitu besar dibuktikan dengan rekor suara yang hampir mustahil disalip oleh caleg mana pun di Indonesia.

Di sisi lain, sebagai pejabat publik yang transparan, Said melaporkan LHKPN per 29 Maret 2024 dengan total aset mencapai Rp101,9 miliar. Kekayaan ini merupakan akumulasi dari tanah, bangunan, dan surat berharga yang ia kumpulkan selama puluhan tahun berkiprah secara profesional dan politik.

Kisah Said Abdullah adalah pesan kuat bagi pemuda Madura: bahwa mimpi setinggi apa pun bisa diraih tanpa harus melupakan akar budaya dan dedikasi pada tanah kelahiran.

Tentang Penulis: MADURA EXPOSE

Gambar Gravatar
www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

No More Posts Available.

No more pages to load.