Visi Besar Said Abdullah: Menjadikan Kebudayaan Jawa Timur sebagai Panglima dan Ikon Nasional

Terbit: 16 Januari 2026 | 02:03 WIB

MaduraExpose.com – Jawa Timur bukan hanya lumbung suara politik atau motor penggerak ekonomi nasional. Di bawah visi besar DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, provinsi ini diproyeksikan menjadi episentrum peradaban melalui pengarusutamaan kebudayaan.

Dalam ajang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan 2026 di Jakarta, Minggu (11/1/2026), Ketua DPD PDIP Jatim, MH Said Abdullah, membawa gagasan segar. Ia mendorong agar kekayaan sejarah dan budaya Jawa Timur diangkat ke level tertinggi: menjadi ikon kebudayaan nasional.

Said Abdullah, yang juga menjabat sebagai Ketua Banggar DPR RI, menilai bahwa jejak sejarah Nusantara yang berakar kuat di Jawa Timur—mulai dari era kerajaan besar hingga perjuangan kemerdekaan—adalah modal sosial yang tak ternilai.

“Ada banyak nilai dan jejak sejarah yang layak diangkat sebagai kekuatan kebudayaan. Alangkah baiknya jika ini menjadi koridor kebudayaan Jawa Timur dan kita dorong bersama agar kebudayaan Jawa Timur menjadi ikon nasional,” tegas politisi senior asal Sumenep, Madura tersebut.

Menurut Said, kebudayaan tidak boleh hanya menjadi pelengkap seremonial. Ia harus menjadi “panglima” yang mengarahkan karakter bangsa dan menjadi identitas yang kompetitif di kancah global.

Visi kebudayaan Said Abdullah tidak berdiri sendiri. Ia mengaitkannya dengan penguatan fiskal daerah. Said menekankan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah dalam menggerakkan sektor riil.

Dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang diproyeksikan mencapai 5,7% hingga 6%, Said meyakini bahwa kemandirian fiskal yang kuat akan menjadi fondasi utama dalam melestarikan dan mengembangkan situs-situs sejarah serta tradisi lokal sebagai daya tarik wisata dunia.

Selain isu budaya, Said Abdullah secara lugas memaparkan posisi politik “Banteng Jatim”. Ia menegaskan komitmen PDI Perjuangan untuk tetap menjadi partai penyeimbang hingga 2029 guna menjaga sehatnya sirkulasi demokrasi.

Meski berada di luar struktur pemerintahan, Said menjamin dukungan penuh terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto hingga akhir masa jabatan. Dukungan ini, menurutnya, adalah bentuk tanggung jawab moral agar pembangunan nasional tetap stabil, sembari terus memberikan kritik yang konstruktif melalui fungsi legislasi di DPR RI.

Gagasan Said Abdullah di Rakernas I ini mengirimkan pesan kuat: Jawa Timur siap memimpin narasi baru Indonesia. Sebuah narasi di mana kemajuan ekonomi beriringan dengan kebanggaan atas akar budaya sendiri.

Menjadikan kebudayaan Jawa Timur sebagai ikon nasional adalah langkah besar untuk memastikan bahwa di tengah modernisasi, jati diri bangsa tetap tegak berdiri.

(Redaksi MaduraExpose.com)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Titip Lab di Mapolda Jatim

Terbit: 15 April 2026 | 14:41 WIB SUMENEP, MADURA EXPOSE– Keheningan Pantai Pasir Putih Kahuripan, Dusun Lombi Timur, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, mendadak pecah pada Senin sore (13/4). Seolah menjadi…

Konferensi Pers Temuan Kokain 27 Kg Batal Mendadak Kapolda Jatim Dipanggil Wakapolri

Terbit: 14 April 2026 | 15:00 WIB SUMENEP – Publik yang menanti rilis resmi terkait temuan fantastis 27,83 kilogram diduga kokain di Giligenting harus gigit jari. Agenda konferensi pers yang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *