Akrobat Politik ‘Singa Parlemen’: Kembalinya Djoni Tunaidy dan Bendera Gajah di Bumi Sumenep

Terbit: 27 Januari 2026 | 04:12 WIB

SUMENEP, MaduraExpose.com – Panggung politik Sumenep kembali berguncang. Sosok yang dikenal dengan vokal kritisnya dan julukan “Singa Parlemen”, R. Ach. Djoni Tunaidy, S.Sos., resmi melakukan lompatan politik yang mengejutkan publik. Setelah lama identik dengan lambang Mercy (Demokrat), kini tokoh senior ini resmi memegang tongkat komando sebagai Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumenep.

Transformasi ini bukan sekadar perpindahan gerbong, melainkan sebuah akrobat politik strategis yang menandai kembalinya sang “Singa” ke rimba kekuasaan pasca-rehat sejenak dari kursi legislator.

Jejak Biru yang Berakhir Merah: Dari Demokrat ke PSI

Rekam jejak Djoni Tunaidy di Sumenep bukanlah kaleng-kaleng. Ia pernah menduduki posisi prestisius sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Sumenep dan menjadi legislator yang dikenal paling “berisik” dalam menyuarakan keluhan masyarakat. Namun, dinamika politik Desember 2025 menjadi titik balik.

Keputusan Djoni menakhodai PSI—partai yang identik dengan anak muda dan energi baru—dianggap banyak pihak sebagai langkah cerdik untuk mengombinasikan pengalaman senioritas dengan mesin politik modern. Per Januari 2026, Djoni telah mengonsolidasikan barisan “Gajah” Sumenep untuk bersiap menyongsong kerja-kerja politik yang lebih aktif.

‘Singa Parlemen’ yang Tetap Bertaring

Meski kini tidak duduk di kursi DPRD, taring Djoni tidak tumpul. Belakangan ini, ia menjadi sosok yang paling vokal menyoroti integritas Panitia Seleksi (Pansel) Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep. Ia mengingatkan agar proses seleksi tidak menjadi sekadar “formalitas” dan harus dijaga kejujurannya.

“Integritas adalah harga mati. Seleksi jabatan strategis seperti Sekda akan menentukan wajah pelayanan publik Sumenep ke depan,” tegasnya dalam berbagai kesempatan. Tak hanya itu, Djoni juga tercatat tajam mengkritik isu defisit APBD dan evaluasi RPJMD, membuktikan bahwa meski warnanya telah berganti, gaya bicaranya tetap konsisten: pedas dan tepat sasaran.

Misi PSI Sumenep 2025-2030: Gerak Cepat!

Di bawah kepemimpinannya untuk periode 2025-2030, DPD PSI Sumenep memilih untuk tidak banyak berteori. Djoni menegaskan bahwa PSI akan menjadi wadah bagi aspirasi masyarakat yang selama ini tersumbat.

Konsolidasi yang digelar awal Januari 2026 menjadi sinyal bagi rival politik lainnya bahwa PSI Sumenep di bawah kendali Djoni Tunaidy akan menjadi kekuatan baru yang patut diperhitungkan. Dengan pengalaman “Turun Gunung” ini, Djoni seolah ingin membuktikan bahwa politisi senior tetap mampu beradaptasi dengan gaya politik milenial dan Gen-Z yang diusung PSI.

Akrobat politik ini tentu menarik untuk disimak. Apakah bendera Gajah mewakili kekuatan di bawah asuhan sang “Singa Parlemen”? Waktu yang akan menjawab. (Ferry Arbania)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *