Strategi Disdik Sumenep Mendobrak Sekat Geografis Lewat ‘Safari Digital’

oleh -646 Dilihat
Keberhasilan logistik dan kualitas materi pelatihan ini tidak lepas dari kolaborasi solid dengan Konsorsium Pustaka Merdeka Madura (PMM). Konsorsium ini memberikan dukungan teknis, keilmuan, dan pendampingan penuh./Istimewa.

Sumenep– Di tengah tantangan geografis Kabupaten Sumenep yang tersebar di lebih dari 100 pulau, Dinas Pendidikan (Disdik) setempat meluncurkan sebuah manuver strategis yang ambisius: “Safari Pelatihan Pembelajaran Mendalam dan Digitalisasi Pembelajaran.” Program berskala besar ini bukan hanya sekadar pelatihan, melainkan deklarasi politik pendidikan untuk menciptakan pemerataan mutu yang berkeadilan dari daratan hingga pulau terpencil.

Digelar sepanjang November hingga Desember 2025 dengan format hybrid, safari ini berhasil menjangkau seluruh 27 kecamatan di wilayah daratan dan kepulauan. Inisiatif ini dipimpin langsung oleh Kabid GTK Disdik Sumenep, Akhmad Fairuzi, S.Pd., M.A.P, yang menempatkan kesetaraan kompetensi guru sebagai fondasi utama transformasi pendidikan daerah.

“Kami membawa pelatihan langsung ke kecamatan agar tidak ada kesenjangan kualitas antara guru di daratan dan guru di kepulauan,” kata Akhmad Fairuzi, Rabu (03/12/2025). Pernyataan ini sekaligus menanggapi tantangan klasik pendidikan di Sumenep, di mana akses pelatihan kerap terhambat oleh biaya dan waktu tempuh yang tinggi bagi guru-guru di wilayah kepulauan.


🗺️ Episentrum Keadilan: Menutup Jurang Kualitas Guru Kepulauan

Secara filosofis, program Safari Pelatihan ini adalah perwujudan dari prinsip Keadilan Pendidikan. Selama bertahun-tahun, guru di pulau-pulau terluar kesulitan mengakses pelatihan reguler, menyebabkan adanya kesenjangan kompetensi yang berdampak langsung pada kualitas pembelajaran siswa.

Keputusan Disdik Sumenep untuk membawa narasumber dan fasilitator langsung ke lokasi adalah kebijakan yang sangat strategis. Hal ini memastikan bahwa setiap pendidik, terlepas dari lokasi geografisnya, mendapatkan hak yang sama untuk peningkatan profesional.

Fairuzi menegaskan, “Pendidikan yang berkeadilan hanya bisa terwujud jika guru di seluruh wilayah memiliki akses pelatihan yang setara.”

Dengan mengeliminasi hambatan geografis, Disdik Sumenep sedang meletakkan fondasi yang kuat bagi peningkatan kualitas pelayanan guru. Peningkatan kompetensi ini, lanjut Fairuzi, secara otomatis akan berpengaruh pada peningkatan prestasi belajar peserta didik di seluruh penjuru kabupaten.


💻 Fondasi Abad 21: Mendalamkan Pembelajaran, Mendidik Karakter

Fokus konten pelatihan mencerminkan tuntutan ekosistem pendidikan modern yang selaras dengan Kurikulum Merdeka. Ada dua pilar utama yang diperkuat:

  1. Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Pilar ini menggeser fokus dari hafalan dan transmisi konten (content transmission) menuju pengembangan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah (problem-solving), dan penguatan aspek sosio-emosional siswa. Guru didorong untuk menciptakan pengalaman belajar yang relevan dan kontekstual, melahirkan siswa yang adaptif dan siap menghadapi tantangan masa depan.

  2. Digitalisasi Pembelajaran: Optimalisasi teknologi menjadi krusial, terutama bagi guru di pulau-pulau yang membutuhkan akses informasi dan komunikasi yang efisien. Digitalisasi memungkinkan guru mengadaptasi pendekatan kreatif dan inovatif, menjadikan ruang kelas sebagai arena eksplorasi berbasis teknologi.

Lebih dari sekadar kemampuan teknis, Safari Pelatihan ini juga menyoroti pentingnya menghadirkan suasana belajar yang ramah dan menyenangkan. Sekolah harus menjadi “rumah kedua” bagi anak-anak, tempat mereka merasa aman, nyaman, dan bersemangat untuk belajar—fondasi utama dalam menumbuhkan karakter dan motivasi siswa.


🤝 Kolaborasi Akseleratif: Dukungan Konsorsium Pustaka Merdeka Madura

Keberhasilan logistik dan kualitas materi pelatihan ini tidak lepas dari kolaborasi solid dengan Konsorsium Pustaka Merdeka Madura (PMM). Konsorsium ini memberikan dukungan teknis, keilmuan, dan pendampingan penuh.

Format hybriddua hari daring dan dua hari tatap muka—di setiap kecamatan, adalah kunci efektivitas program ini. Metode ini memastikan bahwa materi dasar dapat diakses secara fleksibel (daring), sementara pendalaman praktik dan konsultasi personal dapat dilakukan secara intensif (tatap muka). Para fasilitator pendukung sendiri merupakan guru-guru terpilih yang telah lolos pelatihan dari BBGTK Jawa Timur, menjamin kualitas materi yang disampaikan.

Akhmad Fairuzi menegaskan bahwa model kerja sama ini adalah katalis percepatan: “Kami tidak mungkin berjalan sendiri. Kolaborasi dengan konsorsium inilah yang mempercepat transformasi pembelajaran di Sumenep.”

Inisiatif Safari Pelatihan ini adalah sebuah laporan mendalam tentang keberanian kebijakan publik. Disdik Sumenep menunjukkan bahwa dengan strategi yang tepat dan kolaborasi yang solid, tantangan geografis dapat diubah menjadi peluang untuk menegakkan kedaulatan mutu pendidikan di seluruh wilayah, memastikan masa depan yang lebih adaptif bagi seluruh peserta didik.

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.