SUMENEP — Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,7 miliar untuk memperbaiki sejumlah fasilitas sekolah yang rusak di wilayahnya. Dana ini akan digunakan untuk merehabilitasi 17 sekolah dasar (SD) dengan berbagai tingkat kerusakan, mulai dari ringan, sedang, hingga parah.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Ardiansyah Ali Sochibi, menjelaskan bahwa 17 sekolah yang akan diperbaiki tersebut tersebar di wilayah daratan dan kepulauan. Rehabilitasi akan mencakup perbaikan ruang kelas, ruang guru, dan toilet, dengan fokus utama pada ruang kelas.
Ardiansyah juga menyampaikan, sembilan dari 17 SD yang mendapatkan perbaikan tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.
Anggaran Menurun Dibanding Tahun Sebelumnya
Terkait anggaran, Ardiansyah memaparkan bahwa alokasi dana untuk perbaikan sarana pendidikan tahun ini lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada tahun 2024, anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan dan perbaikan gedung sekolah mencapai Rp64 miliar, yang berasal dari kombinasi 80 persen DAK dan 20 persen APBD.
Anggaran yang lebih kecil tahun ini disebabkan oleh keterbatasan dana dan adanya program penghematan anggaran dari pemerintah pusat. Meskipun demikian, pemerintah Kabupaten Sumenep tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sarana pendidikan demi mendukung proses belajar mengajar.


















