Bupati Fauzi “Semprot” Pejabat Asal Kerja: Stop Budaya ‘Copy-Paste’ Program di APBD 2026!

oleh -691 Dilihat
Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH.

SUMENEP – Suasana Apel Gabungan di halaman Kantor Bupati Sumenep, Senin (22/12/2025), mendadak tegang. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menunjukkan sikap tegas dan tampak geram dengan pola kerja sejumlah pejabat yang dinilai hanya menjalankan rutinitas tanpa inovasi.

Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa Cak Fauzi ini memberikan peringatan keras kepada seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) agar menghentikan kebiasaan buruk menyusun program pembangunan hanya dengan cara menyalin (copy-paste) kegiatan tahun sebelumnya untuk anggaran APBD 2026.

Kritik Pedas: Pembangunan Stagnan Akibat Malas Evaluasi

Bupati Fauzi menilai, pola kerja “asal jalan” dengan meniru program lama tanpa evaluasi matang adalah penyebab utama pembangunan daerah berjalan stagnan. Ia menegaskan bahwa setiap rupiah anggaran harus menjawab persoalan riil di lapangan, bukan sekadar menggugurkan kewajiban administratif.

“Kami tegaskan, jangan ada lagi program yang hanya menyalin atau meniru tahun sebelumnya! Setiap OPD harus mampu merumuskan program yang inovatif, solutif, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas Bupati Fauzi dengan nada bicara yang meninggi.

Menurutnya, perencanaan yang hanya berbasis pada dokumen tahun lalu menunjukkan kurangnya kepekaan pejabat terhadap dinamika kebutuhan warga Sumenep yang terus berkembang.

Perencanaan Harus Berbasis Data, Bukan Intuisi

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa mulai tahun anggaran 2026, setiap tahapan perencanaan wajib berbasis pada data akurat dan hasil evaluasi lapangan. Ia tidak ingin lagi mendengar laporan program yang tumpang tindih antar-sektor akibat lemahnya koordinasi.

“Perencanaan program tidak boleh hanya bersifat administratif. Harus berangkat dari data, analisis permasalahan, serta potensi dampaknya bagi kesejahteraan rakyat. Kita butuh hasil nyata, bukan sekadar laporan di atas kertas!” tandasnya.

Bupati mengingatkan bahwa pimpinan OPD harus memperkuat koordinasi lintas sektor agar program yang disusun saling melengkapi dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

ASN Dituntut Tingkatkan Kapasitas SDM

Menutup arahannya, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menuntut adanya peningkatan kapasitas SDM di seluruh lini birokrasi. Ia ingin ASN di lingkungan Pemkab Sumenep bekerja secara profesional, berbasis kinerja, dan berorientasi pada hasil (outcome).

“Jangan sampai rakyat kecewa karena kita hanya bekerja secara robotik tanpa ada inovasi. Perencanaan yang tepat sasaran adalah kunci agar visi misi pembangunan daerah bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di segala sektor,” pungkasnya.**

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.