Puncak Hakordia 2025: Bupati Sumenep Diingatkan Tegas Tolak Jual Beli Jabatan

oleh -256 Dilihat
Badrul, Penyuluh Antikorupsi KPK.[dok.MaduraExpose]

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar puncak peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 dengan penuh khidmat di Lantai II Kantor Bupati Sumenep. Acara ini menjadi momentum krusial bagi jajaran birokrasi di ujung timur Pulau Madura untuk memperkuat komitmen integritas.

Pimpinan acara, Bupati Sumenep Dr. Achmad Fauzi (Dr. AF), hadir langsung didampingi seluruh jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, serta perwakilan Kepala SDN dan SMPN se-Kabupaten Sumenep.

Refleksi Kritis Penyuluh Antikorupsi KPK

Dalam peringatan tahun ini, panitia mendaulat Badrul, seorang Penyuluh Antikorupsi tersertifikasi KPK RI, untuk menyampaikan Orasi Refleksi Hakordia 2025. Dalam paparannya, Badrul membedah implementasi “Trisula Pemberantasan Korupsi” yang telah dijalankan di lingkungan Pemkab Sumenep.

Badrul menyoroti keberhasilan tersebut melalui indikator Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK, khususnya pada nilai area intervensi yang menjadi tolok ukur transparansi daerah. Namun, ia memberikan catatan khusus mengenai Manajemen ASN.

Waspada ‘Penyakit’ Jual Beli Jabatan

Di hadapan Bupati dan seluruh pejabat, Badrul memberikan peringatan keras (warning) terkait risiko korupsi pada sektor mutasi dan promosi jabatan. Ia merujuk pada maraknya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menimpa beberapa kepala daerah di Indonesia sepanjang tahun 2025.

“Kejadian OTT beberapa kepala daerah di tahun 2025 salah satu penyebab utamanya adalah masih adanya praktik jual beli jabatan,” tegas Badrul.

Ia meminta Bupati Sumenep untuk tetap istiqamah menjaga integritas dan tidak memberikan ruang bagi kompromi ilegal dalam pengisian jabatan struktural.

“Bupati Sumenep harus sangat berhati-hati dalam pengisian posisi kosong. Mulai dari jabatan Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala OPD, hingga pengisian eselon III dan IV,” imbuhnya mengingatkan.

Bukan Sekadar Jargon

Tema besar “Satukan Aksi Basmi Korupsi” ditekankan bukan hanya sebagai slogan tahunan, melainkan tindakan nyata yang harus mendarah daging di setiap instansi. Di akhir orasinya, Badrul membakar semangat para ASN yang hadir untuk menjaga marwah Kabupaten Sumenep.

“Ayo bersama-sama satukan hati, satukan aksi. Jaga Sumenep agar tetap bersih dan tidak ada korupsi!” pekik Badrul yang disambut antusias oleh para peserta.

Peringatan Hakordia 2025 ini diharapkan menjadi titik balik bagi Pemkab Sumenep untuk terus meningkatkan nilai MCP dan memastikan birokrasi berjalan tanpa intervensi transaksional, demi pelayanan publik yang lebih bersih dan transparan.

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.