Warning Keras Bupati Fauzi Jelang Nataru 2026: ASN Sumenep Wajib Kerja Ekstra, Hindari Slow Down Pelayanan

oleh -719 Dilihat
Bupati Sumenep bersama ratusan abang becak di Kantor Pemkab Sumenep/Ist.@maduraexpose.

 


SUMENEP – Menjelang penutup tahun 2025 dan menyambut momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Instruksi ini bersifat peringatan dini (warning) agar jajaran birokrasi meningkatkan kinerja secara drastis demi menjamin kualitas pelayanan publik dan penyelesaian program kerja.

Bupati Fauzi menekankan bahwa fase akhir tahun merupakan periode krusial dan non-toleran bagi kelengahan birokrasi daerah.

Akhir Tahun: Fase Krusial dan Ujian Responsivitas

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, akhir tahun bukan hanya tentang seremonial pergantian kalender, melainkan uji nyata terhadap responsivitas dan profesionalisme aparatur. Kebutuhan masyarakat akan layanan publik, keamanan, dan administrasi mengalami lonjakan signifikan menjelang Nataru.

“Menjelang akhir tahun dan Nataru, ASN Sumenep harus bekerja lebih ekstra, lebih cepat, dan lebih responsif. Jangan sampai pelayanan kepada masyarakat justru melambat karena alasan libur atau rutinitas tahunan,” ujar Fauzi, Sabtu (29/11/2025).

Fauzi menegaskan, masyarakat memerlukan kehadiran negara secara nyata, terutama saat mobilitas warga, arus transportasi, dan kebutuhan layanan darurat meningkat drastis selama Nataru 2026.

Siaga Penuh dan Larangan Kendor

Bupati secara spesifik menyoroti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki interaksi langsung dengan publik. Ia meminta jajaran ini untuk memberlakukan status siaga penuh dan meniadakan kelonggaran kinerja:

  • Dinas Kesehatan: Siaga layanan darurat dan fasilitas kesehatan.

  • Dinas Perhubungan: Pengamanan dan pengaturan arus transportasi, terutama di pelabuhan dan titik keramaian.

  • BPBD & Satpol PP: Kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dan menjaga ketertiban umum.

  • Layanan Administrasi: Memastikan proses administrasi tidak mandek.

“ASN adalah pelayan rakyat. Tidak boleh ada yang kendor justru saat masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah secara maksimal,” tandasnya, menjadikan integritas pelayanan sebagai indikator keseriusan ASN.

Penekanan Moral: Serapan Anggaran dan Kualitas Program

Selain pelayanan publik, Bupati Fauzi juga memberikan warning terkait dua isu vital internal Pemkab:

  1. Optimalisasi Anggaran: Ia meminta seluruh Kepala OPD memastikan serapan anggaran terealisasi secara maksimal dan akuntabel sebelum tutup tahun fiskal.

  2. Kualitas Pembangunan: Penekanan moral diletakkan pada penyelesaian seluruh program kerja. Fauzi meminta agar tidak ada program yang mangkrak dan kualitas pekerjaan harus tetap terjaga.

“Akhir tahun bukan sekadar soal habisnya anggaran, tapi soal tanggung jawab moral terhadap hasil pembangunan yang bisa dirasakan rakyat,” kata Achmad Fauzi, mengaitkan kinerja birokrasi dengan kesejahteraan publik.

Semangat kerja ekstra ini, harapnya, akan menjadi tolok ukur profesionalisme dan humanisme ASN Sumenep. Jika ASN solid dan bekerja maksimal, masyarakat diyakini akan merasa aman, nyaman, dan terlayani dengan baik selama Nataru 2026.

Tentang Penulis: Tim/Red. MADURA EXPOSE

Gambar Gravatar
www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Tinggalkan Balasan