Tragedi Berdarah di Lenteng Barat: Diduga Masalah Keluarga, Pria Asal Ganding Meninggal Dunia

oleh -460 Dilihat
Sejumlah aparat bersiaga sedang korban sudah tergeletak bersimbah d4r4h. Gambar korban sengaja ditutup dengan gambar (inzert) celurit yang diduga milik pelaku. [dok. MaduraExpose.com]

 


SUMENEP, MaduraExpose.com – Suasana tenang di Dusun Gunung Malang, Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, seketika berubah menjadi mencekam pada Kamis pagi (29/01/2026). Seorang pria dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan berat menggunakan senjata tajam.

Korban diketahui bernama Mokhlisin (55), warga Dusun Gunggung, Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding. Peristiwa tragis ini diduga kuat dipicu oleh konflik internal keluarga yang belum terselesaikan.

Kronologi Kejadian: Diserang Usai Panen

Berdasarkan data yang dihimpun tim Madura Expose, insiden bermula sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, korban baru saja menyelesaikan aktivitas memanen jagung di wilayah tersebut dan berniat untuk kembali ke rumahnya di Kecamatan Ganding.

Namun, di tengah perjalanan pulang, tepatnya di sebuah jalan kampung Dusun Gunung Malang, korban dicegat oleh terduga pelaku berinisial L, yang merupakan warga setempat. Tanpa banyak bicara, pelaku diduga langsung melayangkan serangan senjata tajam ke arah korban.

Korban yang terluka sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menuju rumah warga sekitar untuk meminta pertolongan. Sayangnya, akibat luka yang dideritanya, korban mengembuskan napas terakhirnya di depan salah satu rumah warga sebelum tim medis tiba.

Polisi Segera Amankan TKP

Mendengar kabar tersebut, aparat kepolisian dari Polsek Lenteng bersama anggota Babinsa Koramil 0827/05 Lenteng langsung terjun ke lokasi untuk mengamankan situasi. Tim Inafis Polres Sumenep juga melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengumpulkan barang bukti.

Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, membenarkan peristiwa memilukan tersebut. “Kejadian diperkirakan pukul 10.30 WIB. Jenazah korban sudah dievakuasi ke Puskesmas Lenteng untuk proses otopsi,” jelasnya kepada media.

Dua orang saksi, yakni Hasuna (36) dan Harun (70), telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian untuk memperjelas duduk perkara peristiwa yang menggegerkan warga Lenteng tersebut.

Dugaan Motif Masalah Keluarga

Baca Juga:

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam. Namun, informasi awal yang beredar di lapangan menyebutkan bahwa aksi nekat pelaku diduga dilatarbelakangi oleh permasalahan keluarga.

“Kasus ini sudah dalam penanganan serius Polsek Lenteng. Kami sedang mendalami motif pastinya melalui keterangan saksi-saksi dan pengejaran terhadap pihak-pihak yang terlibat,” tambah AKP Widiarti.

Jenazah korban dievakuasi menggunakan ambulans menuju Puskesmas Lenteng sekitar pukul 12.30 WIB. Sementara itu, pihak keamanan mengimbau warga untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian.


Redaksi Madura Expose Laporan: Tim Investigasi Kriminal | Editor: Ferry Arbania

Tentang Penulis: MADURA EXPOSE

Gambar Gravatar
www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

No More Posts Available.

No more pages to load.