Untaian Doa Khofifah di Masjid Nasional Al Akbar Untuk Kelancaran Ibadah Haji

Terbit: 18 Maret 2026 | 08:55 WIB

SURABAYA, MaduraExpose.com – Di saat ruang publik dipenuhi gemuruh pemberitaan dugaan korupsi kuota haji yang menyeret sejumlah nama, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa justru memilih jalur spiritual yang menyejukkan. Selasa dini hari, 17 Maret 2026, bersama Wakil Gubernur Emil Dardak, Khofifah memimpin ribuan jamaah Qiyamul Lail malam ke-27 Ramadan di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.

Dalam rintihan doa di sepertiga malam terakhir, Khofifah menyelipkan sebuah permohonan yang mendalam: kelancaran ibadah haji bagi seluruh umat Islam.

Refleksi Spiritual di Malam Ganjil

[Baca Juga: Mudik 2026: Komisi VI DPR RI Soroti Kegagalan Mitigasi BUMN Karya di Jalur Krusial]

Rangkaian ibadah malam ke-27 Ramadan ini diawali dengan dzikir, muhasabah, dan tausiah yang disampaikan langsung oleh Imam Besar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, KH Ahmad Muzakky Al Hafidz.

Kehadiran Khofifah dan Emil di tengah jajaran kepala OPD Jatim serta 99 relawan Generasi Z Islam (GenZI) bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan cerminan dari Teori Kebersamaan Publik (<em>Public Communitas Theory</em>). Secara sosiologi, kebersamaan di malam ganjil ini memperkuat spiritualitas serta mempererat ikatan antara pemerintah daerah dan masyarakat, menciptakan narasi persatuan di tengah “keributan” regional.

Doa untuk Keamanan Arab Saudi & Kelancaran Haji

[Simak Juga: Duo Haji di Ujung Jeruji]

Dalam kesempatan penuh khusyuk itu, Khofifah mengajak jamaah untuk “ketuk pintu langit”—mendoakan keamanan dan ketenteraman dunia, khususnya di Arab Saudi, agar pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar tanpa kendala.

“Semoga seluruh amalan selama Ramadan dapat diterima. Mohon doa agar Allah SWT memberikan keamanan, ketenangan, dan ketenteraman di muka bumi, terutama di Arab Saudi, sehingga pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan khusyuk,” ujar Khofifah dengan nada penuh harap.

Pernyataan ini menjadi menarik secara politik visual dan narasi. Di tengah “badai” regional soal haji, Khofifah memberikan visualisasi spiritual yang berlawanan, fokus pada esensi ibadah dan kelancaran jemaah, menciptakan narasi regional yang lebih “stabil”.

Generasi Z: Energi Baru Spiritual

[Simak Juga: Prabowo & Nuzulul Quran]

Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada panitia, relawan GenZI, serta para pimpinan rumah sakit yang turut hadir. Kehadiran 99 relawan GenZI , menunjukkan keterlibatan anak muda dalam energi baru spiritualitas di Jatim.

Sementara itu, dalam tausiahnya, KH Ahmad Muzakky Al Hafidz mengingatkan jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum melatih istiqamah dalam beribadah, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga pada bulan-bulan setelahnya.

Sahur Bersama: Sebuah Penutup Molek

[Penting Juga Di baca: THR PPPK Paruh Waktu Sumenep]

Usai rangkaian ibadah, Gubernur Khofifah bersama jajaran kepala OPD dan para jamaah melanjutkan dengan sahur bersama. Sebuah penutup molek yang menegaskan komitmen Gubernur untuk tetap “hadir” di tengah masyarakat dalam setiap lini kehidupan, baik itu di dalam masjid maupun di luar meja dinas.


Analisis/Narasi oleh: Redaksi Madura Expose (Draf ini disusun dengan mengacu pada prinsip independensi jurnalisme regional dan analisis komunikasi politik yang mendalam).

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Titip Lab di Mapolda Jatim

Terbit: 15 April 2026 | 14:41 WIB SUMENEP, MADURA EXPOSE– Keheningan Pantai Pasir Putih Kahuripan, Dusun Lombi Timur, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, mendadak pecah pada Senin sore (13/4). Seolah menjadi…

Konferensi Pers Temuan Kokain 27 Kg Batal Mendadak Kapolda Jatim Dipanggil Wakapolri

Terbit: 14 April 2026 | 15:00 WIB SUMENEP – Publik yang menanti rilis resmi terkait temuan fantastis 27,83 kilogram diduga kokain di Giligenting harus gigit jari. Agenda konferensi pers yang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *