SUMENEP – Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pilar penguatan sumber daya manusia terus diperluas di wilayah Kabupaten Sumenep. Pada Senin (12/1/2026), sebanyak 1.152 siswa di Desa Bunbarat, Kecamatan Rubaru, menerima distribusi paket makanan bergizi guna menunjang kesehatan dan konsentrasi belajar di sekolah.
Penyaluran yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Nurul Karomah ini menyasar lintas jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, RA, MI, SD, SMP, hingga tingkat menengah atas (MA dan SMK).
Standar Gizi Terpadu: Sate Ayam hingga Buah Jeruk
Distribusi yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini memastikan ketersediaan nutrisi yang seimbang bagi para siswa. Menu yang disajikan telah memenuhi standar gizi empat sehat, terdiri dari protein hewani (sate ayam), protein nabati (tempe), serat (sayur selada dan mentimun), serta asupan vitamin dari buah jeruk.
Kepala SPPG Yayasan Nurul Karomah memastikan proses pengolahan makanan dilakukan dengan pengawasan ketat sebelum didistribusikan menggunakan armada mobil box pickup ke 15 sekolah di wilayah sasaran.
Sinergi TNI: Memastikan Ketertiban dan Ketepatan Sasaran
Keberhasilan distribusi MBG di Kecamatan Rubaru tidak lepas dari peran aktif aparat kewilayahan. Babinsa Koramil 0827/13 Rubaru, Sertu Hainur Rahman, turun langsung melakukan pendampingan teknis di lapangan.
“Program MBG ini sangat membantu anak-anak sekolah, terutama dalam mencukupi kebutuhan gizi harian mereka. Kami memastikan pendistribusian berjalan lancar dan makanan yang diterima siswa dalam kondisi baik,” ujar Sertu Hainur Rahman.
Menurutnya, keterlibatan Babinsa merupakan wujud komitmen TNI dalam menyukseskan program strategis nasional. Pendampingan ini bertujuan agar generasi muda di pelosok desa dapat tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki kesiapan fisik yang prima untuk mengikuti proses belajar mengajar.
Dampak Strategis bagi Kualitas Pendidikan
Program MBG diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek bagi pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi stimulan bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumenep. Dengan asupan nutrisi yang terjaga, diharapkan angka stunting menurun dan konsentrasi belajar siswa meningkat secara signifikan.
Partisipasi aktif lembaga pendidikan seperti Yayasan Nurul Karomah menunjukkan adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, aparat keamanan, dan sektor swasta dalam membangun ketahanan sumber daya manusia sejak dini.







