
Transkrip Eksklusif: Analisis Prof. Connie Bakrie Mengenai Risiko Keruntuhan Amerika Serikat
Sumber: Tutur TV (Wawancara bersama Don Bosco Selamun)
Topik: Eskalasi Konflik Global dan Dampaknya terhadap Hegemoni AS
Don Bosco Selamun (DBS): “…Orang selalu berpikir akan harus ada akhirnya, tetapi sejarah memperlihatkan misalnya perang Irak dulu dibilang akan cepat, ternyata bertahun-tahun… yang menjadi menarik di Iran ini para pemimpinnya sudah hampir semuanya habis begitu tapi belum ada tanda-tanda [runtuh]. Tadi Prof mengatakan resiliensi Iran itu hebat karena sudah sebuah peradaban yang lama teruji. Kembali lagi, orang seperti Donald Trump atau Netanyahu, kedua orang ini mestinya harus bagaimana sekarang kalau situasinya akan berlama-lama?”
Prof. Connie Bakrie: “Saya enggak tahu. Ini menurut saya Amerika… saya ada beberapa kawan ya yang ada di Valdai, kita ngobrol. Eh, kita malah khawatir ini the downfall of United States loh. The downfall of United States of America. Why? Karena dia itu mempercepat multipolarity terjadi.”
DBS: “Oh, ya?”
Prof. Connie Bakrie: “Oh, iya dong! Tadinya kan unipolar ini hanya masih di-balance oleh BRICS, masih di-balance oleh kekuatan Global South, masih di-balance pelan-pelan oleh Presiden Rusia yang sedang membuat Greater Russia Partnership—belum tuh kedengaran karena memang baru di sana, baru berkembang perlahan tapi pasti. Itu kan semua akan makan waktu sebenarnya, 10 tahun, 20 tahun misalnya lah.”
“Dengan kejadian sekarang, apa yang dibuat oleh Board of War ya mempercepat semuanya dong. Orang akhirnya akan lihat gimana sih? Termasuk mungkin negara-negara Teluk juga akhirnya jadi: ‘Kenapa jadi nyelakain gue ini?’ Kita ikut-ikutan keseret, kenapa jadi kebawa-bawa keseret-seret? Negara dekat aja sudah kebawa keseret-seret, apalagi kita yang jauh kalau mau kebawa kok keseret-seret ya bodoh banget gitu loh maksud aku, ngapain?”
DBS: “Ada juga yang bilang bahwa Amerika atau Donald Trump secara pribadi lagi mau mengalihkan perhatian dari skandal… lalu kemudian Netanyahu lagi mengalihkan perhatian dari kasus korupsi di dalam negerinya di mana dia sendiri terlibat. Lalu kemudian perang ini bisa mengalihkan perhatian itu semuanya…”
Prof. Connie Bakrie: “Kalau pembicaraan Pak Don ini mau bilang bahwa semua kepala negara itu kalau punya masalah domestik lalu pengin sibuk cari di luar, ya enggak apa-apa kalau kita sekuat Amerika Serikat. Kalau masih sekuat Republik Indonesia yang tentaranya masih belum juga Blue Water… Begini ya, saya itu karena dosen di TNI jadi saya tahu paling gampang tuh ngukur kekuatan militer negara itu pakai Angkatan Laut, apalagi negara maritim.”
“Patokannya itu sekarang ini status Indonesia tuh masih Brown Water Navy. Jadi dia tuh dari 200 mil ke dalam itu kita bisa jaga… Nah, kalau Donald Trump atau Netanyahu melakukan itu [pengalihan isu melalui perang] lebih masuk di akal karena matematika sudah baca kekuatan mereka sangat [kuat], teknologi militer, kekuatan udara. Di era perang sekarang ini hanya dua kekuatan yang paling harus bergerak: Udara dan Cyber.”
Berita Nasional
[Red]





![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)

![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)

![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)
![Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose] Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776313265/rapat-paripurna-dprd-sumenep-pandangan-umum-fraksi-raperda-2026_y5t0s6.jpg)