Haji Her Jawab Tudingan Mangkir: “Orang Madura Itu Apa Adanya!”

Terbit: 10 April 2026 | 02:00 WIB

MADURAEXPOSE.COM – JAKARTA – Pengusaha tembakau kenamaan asal Madura, Khairul Umam alias Haji Her, akhirnya muncul di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan klarifikasi resmi. Kehadirannya ini sekaligus mematahkan spekulasi mengenai kabar dirinya mangkir dari panggilan penyidik terkait kasus dugaan suap importasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Klarifikasi Surat Panggilan: Inisiatif Sendiri

Dalam keterangannya di hadapan awak media, Haji Her membeberkan kronologi penerimaan surat panggilan yang menurutnya mengalami kendala teknis waktu. Ia menegaskan bahwa surat tertanggal 1 April baru sampai di kantornya pada sore hari di saat dirinya sedang berada di luar kota.

“Jadi kita terima tanggal 4, sedangkan undangannya tanggal 1. Jadi kita tidak mangkir,” tegas Haji Her dengan gaya bicara yang lugas. Ia menambahkan bahwa kedatangannya ke Jakarta merupakan inisiatif pribadi untuk mencari tahu alasan pemanggilannya. “Malah sekarang datang ke sini, sekarang ini saya inisiatif sendiri. Ada apa sih kok saya dipanggil? Orang Madura itu apa adanya, enggak ada berbelit-belit,” imbuhnya.

Bantah Kenal Tersangka Mafia Cukai

Terkait materi pemeriksaan, Haji Her mengaku hanya dikonfirmasi mengenai pengetahuannya terhadap para tersangka dalam kasus mafia cukai tersebut. Namun, ia secara konsisten menyatakan tidak mengenal individu-individu yang dimaksud oleh penyidik.

“Kita ditanya kenal enggak dengan orang-orang itu (tersangka). Saya jawab saya tidak kenal,” tuturnya. Begitu pula saat ditanya mengenai detail prosedur importasi atau penjualan cukai oleh PT Blueray, ia mengaku tidak memiliki pengetahuan mengenai hal tersebut.

Sisi Lain: Dialog “Banyak Uang” di Grand Hyatt

Di tengah suasana pemeriksaan yang serius, muncul momen menarik saat penyidik menanyakan lokasi akomodasi Haji Her selama di Jakarta. Dialog ini sempat viral karena mencerminkan kepercayaan diri sang pengusaha.

Haji Her mengungkapkan bahwa dirinya menginap di Hotel Grand Hyatt. Saat penyidik berkomentar mengenai mahalnya hotel tersebut, ia menjawab dengan santai, “Iya, saya kan banyak uang”. Pernyataan ini sekaligus menutup rangkaian klarifikasinya sebelum meninggalkan gedung KPK. [dbs/red]

Red./Editor: Ferry Arbania | Madura Expose

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Nur Faizin dan Eksperimen ‘PKB 24 Karat’ di Sumenep

Terbit: 6 April 2026 | 20:34 WIB SUMENEP – Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Sumenep 2026 bukan sekadar rutinitas sirkulasi kekuasaan, melainkan sebuah laboratorium politik yang sedang menguji sintesis antara tradisi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *