
MADURAEXPOSE.COM – JAKARTA – Pengusaha tembakau kenamaan asal Madura, Khairul Umam alias Haji Her, akhirnya muncul di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan klarifikasi resmi. Kehadirannya ini sekaligus mematahkan spekulasi mengenai kabar dirinya mangkir dari panggilan penyidik terkait kasus dugaan suap importasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Klarifikasi Surat Panggilan: Inisiatif Sendiri
Dalam keterangannya di hadapan awak media, Haji Her membeberkan kronologi penerimaan surat panggilan yang menurutnya mengalami kendala teknis waktu. Ia menegaskan bahwa surat tertanggal 1 April baru sampai di kantornya pada sore hari di saat dirinya sedang berada di luar kota.
“Jadi kita terima tanggal 4, sedangkan undangannya tanggal 1. Jadi kita tidak mangkir,” tegas Haji Her dengan gaya bicara yang lugas. Ia menambahkan bahwa kedatangannya ke Jakarta merupakan inisiatif pribadi untuk mencari tahu alasan pemanggilannya. “Malah sekarang datang ke sini, sekarang ini saya inisiatif sendiri. Ada apa sih kok saya dipanggil? Orang Madura itu apa adanya, enggak ada berbelit-belit,” imbuhnya.
Bantah Kenal Tersangka Mafia Cukai
Terkait materi pemeriksaan, Haji Her mengaku hanya dikonfirmasi mengenai pengetahuannya terhadap para tersangka dalam kasus mafia cukai tersebut. Namun, ia secara konsisten menyatakan tidak mengenal individu-individu yang dimaksud oleh penyidik.
“Kita ditanya kenal enggak dengan orang-orang itu (tersangka). Saya jawab saya tidak kenal,” tuturnya. Begitu pula saat ditanya mengenai detail prosedur importasi atau penjualan cukai oleh PT Blueray, ia mengaku tidak memiliki pengetahuan mengenai hal tersebut.
Sisi Lain: Dialog “Banyak Uang” di Grand Hyatt
Di tengah suasana pemeriksaan yang serius, muncul momen menarik saat penyidik menanyakan lokasi akomodasi Haji Her selama di Jakarta. Dialog ini sempat viral karena mencerminkan kepercayaan diri sang pengusaha.
Haji Her mengungkapkan bahwa dirinya menginap di Hotel Grand Hyatt. Saat penyidik berkomentar mengenai mahalnya hotel tersebut, ia menjawab dengan santai, “Iya, saya kan banyak uang”. Pernyataan ini sekaligus menutup rangkaian klarifikasinya sebelum meninggalkan gedung KPK. [dbs/red]
Red./Editor: Ferry Arbania | Madura Expose

![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)

![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)

![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)
![Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose] Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776313265/rapat-paripurna-dprd-sumenep-pandangan-umum-fraksi-raperda-2026_y5t0s6.jpg)