
MADURAEXPOSE.COM | LABORATORIUM NALAR – Peristiwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di pelataran YLBHI bukan sekadar tindak pidana penganiayaan biasa.
Secara fenomenologis, serangan ini merupakan serangan terhadap simbol demokrasi. Ketika asam sulfat melukai fisik seorang aktivis pasca-diskusi bertema “Remiliterisme”, maka narasi yang terbangun bukan lagi soal kriminalitas jalanan, melainkan soal pesan teror yang sistematis.
Baca Juga: Lumbung Migas, Dapur Melarat: Nestapa Sumenep di Bawah Bayang-Bayang Triliunan Anggaran
Penangkapan empat prajurit TNI dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) oleh Puspom TNI menjadi titik balik krusial. Namun, dalam kacamata administrasi publik dan hukum tata negara, penangkapan pelaku lapangan hanyalah menyentuh permukaan dari sebuah struktur yang jauh lebih kompleks.
TGPF: Instrumen Pemecah Tembok Impunitas
Simak Juga: Surat ‘Bumi Hangus’ Joe Kent di X Guncang Intelijen Amerika, Ini Analisisnya!
Pakar Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti, memberikan catatan tebal bahwa kasus ini memerlukan intervensi politik tingkat tinggi. Menurut Bivitri, hanya Presiden yang memiliki otoritas konstitusional untuk memecah “tembok politik” yang selama ini sering kali menyandera proses hukum jika bersinggungan dengan institusi keamanan.
Pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang independen—sebagaimana preseden dalam kasus pembunuhan Munir—menjadi harga mati. Tanpa TGPF yang diisi oleh unsur masyarakat sipil dan pihak independen, terdapat risiko besar terjadinya conflict of interest (konflik kepentingan) jika pemeriksaan hanya dilakukan secara internal. Secara administratif, TGPF berfungsi sebagai pengawas eksternal yang memastikan bahwa proses hukum tidak berhenti pada “kambing hitam” di level bintara atau tamtama.
Tanggung Jawab Komando: Menguji Teori Akuntabilitas
Baca Juga: Lebaran dan Ritual ‘Cuci Dosa’ Birokrasi Sumenep
Desakan Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) agar Kepala BAIS, Panglima TNI, hingga Menteri Pertahanan dimintai pertanggungjawaban bukanlah tanpa dasar hukum. Dalam doktrin Command Responsibility, setiap pergerakan prajurit—terutama yang berkaitan dengan pengintaian warga sipil—seharusnya berada dalam kendali struktur komando.
Fakta bahwa korban diserang setelah melakukan aktivitas kritik terhadap reformasi sektor keamanan memunculkan dugaan kuat adanya penyalahgunaan fungsi intelijen. BAIS, secara regulasi, adalah alat deteksi dini ancaman pertahanan negara, bukan alat untuk mengawasi dinamika pemikiran masyarakat sipil. Jika aktor intelektual di balik perintah ini tidak diungkap, maka prinsip supremasi sipil di Negeri tercinta ini terancam mengalami regresi yang sangat mengkhawatirkan.
Janji Prabowo: Retorika atau Realita?
Baca Juga: Diplomasi ‘Team Melli’: Memboikot Amerika Tanpa Meninggalkan Piala Dunia
Presiden Prabowo Subianto secara eksplisit telah melabeli aksi ini sebagai tindakan terorisme yang biadab. “Siapa yang menyuruh, siapa yang membayar,” tegas Presiden. Pernyataan ini merupakan janji politik yang sangat berat. Komitmen Presiden untuk menjamin tidak adanya impunitas, bahkan jika melibatkan aparat, akan menjadi ujian bagi wibawa kepemimpinannya di awal tahun 2026 ini.
Negara harus membuktikan bahwa Indonesia yang beradab bukan sekadar slogan di atas podium. Penegakan hukum yang transparan, akuntabel, dan menjangkau seluruh rantai komando tanpa pengecualian adalah satu-satunya cara untuk memulihkan kepercayaan publik yang sempat tergerus oleh aroma “amatiran” dalam penanganan kasus-kasus sensitif di masa lalu.[*]

![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)

![Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777353646/kodim-sumenep-serahkan-truk-kdkmp_ijgruy.jpg?_s=public-apps)
![Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777177675/dandim-sumenep-tinjau-jembatan-ambunten-dan-rutilahu_r7cgu7.jpg)
![Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa] Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776790830/jch-pamekasan-siap-berangkat-haji_cfrc73.jpg)
![Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose] Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776788312/sidak-minyakita-pasar-anom-sumenep-2026_ora5xq.jpg)
![10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose] 10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776787040/sensus-ekonomi-2026-bps-sumenep-akurat_ws5jnl.jpg)
![Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose] Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776786041/polres-sumenep-rakor-bbm-sembako-2026_ck9mx1.jpg?_s=public-apps)