MIGAS — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco Energi,
mengambil peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah operasi. Melalui skema Program Pengembangan Masyarakat (PPM), kedua entitas ini menyalurkan bantuan modal kapital berupa peralatan jahit modern kepada warga Desa Galis, Kecamatan Giligenting.
Bantuan yang diserahkan secara simbolis di Balai Desa Gedugan beberapa waktu lalu ini bukan sekadar sumbangan, melainkan sebuah injeksi modal produktif yang diharapkan mampu menciptakan nilai tambah (added value) signifikan bagi industri rumahan.
Peningkatan Kapasitas Produksi dan Efisiensi Industri Sandang
Bantuan yang disalurkan mencakup mesin jahit high-speed, mesin obras, mesin bordir, dan berbagai peralatan pendukung yang relevan dengan kebutuhan industri sandang (garmen) skala kecil.
Kepala Desa Gedugan, Rusnan, menyoroti dampak dari inisiatif ini. “Selama ini, para penjahit di sini masih menggunakan peralatan yang sederhana dan manual. Dengan adanya bantuan alat jahit modern ini, kami yakin produktivitas dan kualitas jahitan mereka semakin meningkat,” ungkapnya, Kamis (09/10/2025).
Ia menegaskan, modernisasi peralatan ini akan memangkas biaya operasional jangka panjang dan meningkatkan efisiensi waktu, yang pada akhirnya akan memperkuat struktur biaya produksi para pelaku usaha mikro ini.
Tanggung Jawab Sosial dan Multiplier Effect Ekonomi
Bantuan alat jahit modern ini merupakan bagian integral dari program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) atau yang lebih dikenal di sektor hulu migas sebagai Program Pengembangan Masyarakat (PPM).
“Kami berharap, bantuan ini dapat memberikan dampak positif (positive impact) bagi perkembangan usaha para penjahit di Kecamatan Giligenting, sehingga mereka dapat lebih mandiri secara ekonomi dan meningkatkan pendapatan keluarga,” imbuhnya.
Di mata ekonomi, program ini diharapkan memicu efek berganda (multiplier effect). Peningkatan kapasitas produksi lokal diprediksi tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik Giligenting, namun juga mendorong produk mereka bersaing di pasar yang lebih luas.
Jumiyati, salah satu penerima manfaat, mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Dengan adanya mesin jahit baru ini, kami bisa menjahit lebih cepat dan lebih banyak. Semoga usaha kami semakin maju,” ujarnya, mengisyaratkan kesiapan untuk mengambil volume order (pesanan) yang lebih besar.
Dengan hadirnya modal kapital dan dukungan ekosistem usaha yang lebih baik, upaya ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru dan secara berkelanjutan mengangkat indeks perekonomian masyarakat setempat.
(kab/gim/tim)


















