Tangisan Bangkalan: Kakak Beradik Syahid Tertimpa Reruntuhan Pesantren Al-Khoziny

Terbit: 11 Oktober 2025 | 05:30 WIB

BANGKALAN – Duka yang teramat dalam dan air mata tak terbendung menyelimuti Desa Alas Kokon, Kecamatan Modung, Bangkalan. Dua tunas bangsa, Imam Juanidi (16) dan adiknya, Abdullah As Syafid (16), telah dipanggil menghadap Ilahi Rabbi, syahid di jalan menuntut ilmu, akibat musibah ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo.

 


 

Gugur Saat Menghadap Allah

 

Peristiwa tragis yang mengguncang ini terjadi pada Senin, 29 September 2025. Bangunan berlantai empat yang menjadi tempat para santri beribadah dan belajar, mendadak runtuh. Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, membenarkan bahwa kedua kakak beradik ini gugur saat mereka tengah melaksanakan salat Asar berjamaah.

 

Sungguh sebuah kepergian yang penuh makna Islami. Mereka wafat dalam keadaan suci, di waktu yang mulia, dan saat sedang bersujud kepada Sang Pencipta. Ini adalah penanda bahwa Allah SWT telah memilih keduanya menjadi penghuni surga-Nya.

 

“Benar, kedua korban merupakan kakak beradik asal Bangkalan. Jenazah dipulangkan tadi malam, Kamis, 9 September dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Ipda Agung, Jumat, 10 Oktober 2025.


 

Keharuan Pemakaman di Bumi Madura

 

Jenazah kedua almarhum santri ini telah dipulangkan dan tiba di rumah duka di Bangkalan. Atmosfer kesedihan yang tak terlukiskan menyelimuti prosesi pemakaman.

 

Tangis keluarga pecah mengiringi lantunan tahlil dan istighosah. Keluarga, tetangga, dan kerabat menyaksikan dengan hati pilu, bahwa dua putra terbaik mereka kini telah kembali ke Rahmatullah.

 

Polres Bangkalan turut menyatakan duka cita mendalam atas musibah ini dan memastikan pemulangan jenazah berjalan lancar dengan pengawalan penuh.

 

“Kami dari Polres Bangkalan turut berbelasungkawa atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan iman,” tambah Ipda Agung.

 

 

Semoga Allah SWT menerima amal jariah dan ilmu yang telah dipelajari oleh Imam Juanidi dan Abdullah As Syafid, dan menempatkan mereka di derajat tertinggi para syuhada. Kepada keluarga besar di Desa Alas Kokon, semoga diberikan kesabaran hakiki untuk menghadapi cobaan berat ini.

إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَاجِعُونَ (Innalillahi wa inna ilaihi raji’un).

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Maraton Hibah Jatim: KPK Gali Keterangan 13 Saksi, Dua Kades Bangkalan Hadir

Terbit: 18 April 2026 | 00:32 WIB BANGKALAN – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami struktur penyaluran dana hibah APBD Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2021-2022. Bertempat di…

Sekda Tidur Pulas di LKPJ Bupati: LIRA Bangkalan Desak Ismet Efendi Dicopot

Terbit: 11 April 2026 | 19:25 WIB BANGKALAN, MADURAEXPOSE.COM – Sebuah insiden memprihatinkan mencoreng jalannya sidang paripurna di DPRD Bangkalan. Sekretaris Daerah (Sekda) Bangkalan, Ismet Efendi, tertangkap kamera di duga…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *