Sekda Tidur Pulas di LKPJ Bupati: LIRA Bangkalan Desak Ismet Efendi Dicopot

Terbit: 11 April 2026 | 19:25 WIB

BANGKALAN, MADURAEXPOSE.COM – Sebuah insiden memprihatinkan mencoreng jalannya sidang paripurna di DPRD Bangkalan. Sekretaris Daerah (Sekda) Bangkalan, Ismet Efendi, tertangkap kamera di duga tengah tidur pulas saat Bupati sedang membacakan jawaban atas pandangan umum fraksi terhadap LKPJ 2025, Jumat (10/04/2026).

Peristiwa ini memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat. Secara etika birokrasi, posisi Sekda sebagai panglima ASN seharusnya menunjukkan performa disiplin tertinggi, terutama dalam forum resmi yang membahas pertanggungjawaban anggaran rakyat.

LIRA: Marwah Pemerintah Terpukul

Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Bangkalan, Mahmudi Ibnu Khotib, mengaku sangat terpukul melihat pemandangan tersebut. Ia menilai perilaku “merem total” di tengah pidato Bupati adalah bentuk ketidakpedulian terhadap nasib rakyat Bangkalan.

“Saya sedih melihat pejabat tinggi tidur pulas saat momen penting seperti ini. Ini di luar ekspektasi saya. Seharusnya Sekda memikirkan nasib rakyat, bukan malah terlelap,” tegas Mahmudi.

Desakan Pemecatan Harga Mati

Mengingat posisi strategis Sekda sebagai Ketua TAPD dan Ketua Baperjakat, LIRA mendesak agar Bupati Bangkalan mengambil tindakan tegas berupa pencopotan jabatan. Langkah ini dianggap perlu untuk menjaga kewibawaan pemerintah daerah di mata publik dan jajaran ASN.

“Kami mendesak Bupati untuk memecat Sekda Ismet Efendi. Jika pimpinan birokrasi saja tidak menghormati forum paripurna, rakyat akan pesimis terhadap masa depan pemerintahan ini,” pungkasnya. [kom/gim/red]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Maraton Hibah Jatim: KPK Gali Keterangan 13 Saksi, Dua Kades Bangkalan Hadir

Terbit: 18 April 2026 | 00:32 WIB BANGKALAN – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami struktur penyaluran dana hibah APBD Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2021-2022. Bertempat di…

Senggol Bacok Musik Patrol Modung: Saat Tradisi Sahur Berubah Jadi Ajang ‘Gontok-gontokan’

Terbit: 16 Maret 2026 | 19:55 WIB BANGKALAN – Tradisi membangunkan sahur yang sejatinya merupakan manifestasi kearifan lokal di Madura, mengalami degradasi makna pada Senin dini hari (16/3/2026). Di Desa…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *