Spirit Kepemimpinan Nyai Eva Dalam Membesarkan Muslimat NU bersama Achmad Fauzi

0
220
Nyai Eva (Dewi Khalifah) Ketua Muslimat NU Sumenep Serahkan Bantuan Pembangunan Kantor MWC NU dan Santuni Anak Yatim/Istimewa.

[vc_row][vc_column][vc_column_text]MADURAEXPOSE.COM, SUMENEP–Bersama Achmad Fauzi, Nyai Eva Persiapkan Kapal besar mengarungi era digitalisasi yang mampu membawa spirit moderasi yang tetap berpegang teguh kepada Ahlussunnah Waljamaah, terlebih kepada kader Muslimat NU agar tetap kompak, tawassuth, Tawazun dan Ta’adul dalam arti yang luas.

“Kita ingin kader Muslimat NU ikut mengajarkan tawasut dalam membangun spirit moderasi. Sikap-sikap itu yang harus diinternasionaliasi ke setiap warga NU,” demikian Nyai Eva (Dewi Khalifah) dalam sebuah kesempatan bersama Ketua Banggar DPR RI MH.Said Abdullah di Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Meski dirinya dicalonkan sebagai Balon Wakil Bupati bersama Bacabup Achmad Fauzi, pihaknya tetap berharap agar seluruh kader Muslimat NU di Sumenep tetap seirama dalam membesarkan organisasi tersebut.

Dilanjutkan Nyai Eva, meski saat saat ini merupakan tahun politik menjelang Pilkada Sumenep 9 Desember 2020, istri dari Ketua MUI Sumenep ini berpesan agar seluruh komponen Muslimat NU tidak bercerai berai.

“Sekarang ini tahun politik, untuk itu kami meminta agar semua pihak tak terpecah belah dan tetap kompak. Perbedaan itu rahmat,”himbaunya.

Nyai Eva berharap, banyak jalan yang bisa dilakukan dalam membesarkan Muslimat NU di Sumenep. Pihaknya memandang amanah yang diberikan umat dipundaknya untuk maju di Pilkada Sumenep semata-mata demi pengabidan kepada masyarakat dan akan tetap istiqomah dalam membesarkan Muslimat NU dan pemberdayaan kaum perempuan secara kaffah.

“Karena perempuan itu tiang agama yang harus kita rawat dengan baik. Jangan sampai karena politik tidak kompak. Tujuan kita untuk membesarkan Muslimat NU Sumenep tetap satu suara,”tandasnya dengan ekspresi keibuan.

Berita Menarik tentang foto dibawah ini, silahkan ikuti link ini:

Bupati dan wakil Bupati Sumenep bersama  istri saat membuka festival ketupat tahun lalu./Istimewa.

Nyai Eva juga menyinggung soal digitalisasi abad ini,dalam hal tertentu membuat anak melineal kerap berlama-lama berselancar di dunia maya. Bahkan tak jarang, dari bangun hingga tidur lagi tak lepas dari pengaruh “gadget” yang kian menjamur tersebut.

“Tantangan kita ke depan adalah digitalisasi. Sehingga harus ada yang membimbing anak cucu kita, apalagi dari bangun hingga tidur yang dipegang mereka adalah handphone.Disinilah peran ibu sangat diperlukan guna melakukan filter dengan baik,”imbuhnya.

Editor: Ferry Arbania[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]