
SUMENEP – Dalam lanskap sosiologi politik Madura, relasi antara otoritas militer dan institusi keagamaan bukan sekadar silaturahmi formal, melainkan pilar strategis dalam menjaga stabilitas kawasan. Hal ini terekam jelas saat Komandan Kodim (Dandim) 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Jumat (03/04/2026).
Kunjungan ini secara administratif merupakan manifestasi dari koordinasi vertikal dan horizontal dalam menjaga ketertiban umum (public order). Letkol Citra Persada menegaskan bahwa kolaborasi antara TNI dan pesantren adalah kunci dalam menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks.
Integrasi Karakter Santri dalam Postur Pertahanan
Menariknya, dalam forum yang dihadiri para masyayikh tersebut, Dandim tidak hanya bicara soal keamanan teritorial, tetapi juga menyinggung aspek pengembangan sumber daya manusia (SDM). Ia mendorong santri Annuqayah—yang jumlah mukimnya mencapai 6.500 jiwa—untuk berani mengambil peran dalam pengabdian negara melalui jalur TNI.
Secara teoretis, hal ini berkaitan dengan konsep Human Resource Management di sektor publik, di mana latar belakang akhlak dan kedisiplinan khas pesantren dianggap sebagai modalitas sosial (social capital) yang sangat berharga. “Karakter santri sangat potensial. Akhlak mereka adalah fondasi utama untuk menjadi prajurit profesional yang mencintai rakyat,” ujar Letkol Citra.
Sinergi dan Administrasi Publik Modern
Pihak Ponpes Annuqayah, yang kini mengelola pendidikan dari jenjang PAUD hingga Strata Dua (S2) dengan total 10.000 pelajar, menyambut baik sinergi ini. Penegasan pengasuh tentang komitmen menjaga tradisi klasik sambil membuka diri terhadap sains merupakan bentuk Agile Governance di lingkungan pendidikan berbasis religi.
Dari kacamata administrasi publik, sinergi ini adalah upaya membangun kemitraan strategis (strategic partnership) untuk menyukseskan berbagai program pemerintah. Penutupan kegiatan dengan doa bersama dan tawasul menandai bahwa birokrasi militer di Sumenep tetap berpijak pada kearifan lokal (local wisdom) sebagai instrumen perekat sosial yang paling efektif.
[bar/red]



![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)

![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)
![Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose] Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776313265/rapat-paripurna-dprd-sumenep-pandangan-umum-fraksi-raperda-2026_y5t0s6.jpg)