Naskah Lomba Baca Puisi Sahabat Achmad Fauzi

0
2584

Semerbak Sayang
Karya: Ferry Arbania
Ciumlah aku dengan miskinnya kata
jangan pergi sebelum fajar berucap jingga
sebab telah kutandai dinding hatimu dengan lencana

dan puisi-puisimu yang telah lama menyimpan benih rindu
ku nyatakan lagi takjub ini padamu
menara hati yang menjulangg diangkasa daun
telah kupetik mimpimu
sembari menciumi semerbak aromanya pada kalbu

malam ini kusaksikan gelombang petik laut berkibar kembali
menemani ritual jiwa yang hangat dihantar bianglala surgawi
lalu, kucelupkan getar dada ini pada kolam wajahmu yang nyaris sempurna
duh, mataku terkantuk pula didada benua

wahai cinta laut dan gelombang cahaya
dimanakah cinta ini mesti kupahatkan lagi
sementara bidadari ini, begitu hangat menggodaku

Saat Cinta Tak lagi Bertasbih
Karya:Ferry Arbania
Cinta telah tumbuh diakar hati yang memar
Derai gerimis mengantarkan api pada sebuah keterasingan
Ketika tak seorangpung menemukan kesendirianku
Tinggal wajah ku yang lapuk dimangu resah
Akankah kau hadir menyampaikan salam rindu untukku Kekasih,

seberapa jauh ketakutan itu muncul
Ketika ruang dan waktu menepis pertemuan cinta
Aku kan kembali pada resahku
Lantaran kutahu kau tak lagi sendiri
Tapi hari ini aku tak ingin jadi pecundang
Dari kamar-kamrar kecil yang menghidupkan pengharpan

Disinilah aku membedah jendela waktu Melihatmu terhuyung-huyung melawan angin
Lalu lari terbirit mengejar pukau Yang nyalang bersama pecahan kabut diwajahmu
Tersenyumlah kekasih,meski sebatas mimpi
Ku tak ingin kau tenggelam dan larut dalam mabukku
Biarlah kusimpan sendirii tarian ilusi
Sambil mengekalkan sejarah yang telah menfosil di sela degup jantungmu
Sebab kemarau telah merontokkan aksara hidup kita
Dan malam datang menganyam daun mimpi yang kita sakralkan.