DKS Mandul, Disbudparpora Akan Lakukan Penyegaran

0
863

MADURA EXPOSE—Sejak beberapa tahun terakhir, keberadaan Dewan Kesenian Sumenep (DKS) dipertanyakan banyak kalangan, terutama dari berbagai komunitas seni dan sastra, termasuk kantong-kantong sastra yang selama ini berkembang pesat di sekolah dan pondok pesantren.

“Keberadaan DKS belakangan ini ibarat hidup segan mati tak mau. Untuk itu kami mendesak Kepala Disbudparpora Sumenep segera melakukan perombakan pengurus agar ruh kesenian dan kesusastraan memiliki ruang kreativitas yang lebih terarah,”terang R.Hasanah, salah satu penggiat sanggar sastra pedalaman di Sumenep.

Sementara Sufianto, Kepala Dinsbudparpora Sumenep mengaku siap memfasilitasi aspirasi dari kalangan seniman maupun sastrawan yang menginginkan adanya perombakan di internal DKS yang diakui banyak pihak mulai tidak terlihat taringnya.

“Sejak tiga tahun terakhir kami melihat aktivitas teman-teman di DKS mulai memudar. Beberapa masukan sudah kami pelajari dan insya Allah dalam waktu dekat kami lakukan penyegaran pengurus maupun struktural untuk kepentingan kesenian, sastra dan kebudayaan lebih terakomodir dan produktif,” terang Sufianto, Kepala Disbudparpora Sumenep saat dihubungi diruang kerjanya, Jum’at Sore 29 April 2016.

Mantan penyiar radio swasta pertama di Madura ini berharap, kepengurusan DKS yang baru akan membawa pencerahan bagi perkembangan kesusatraan dan kesenian Sumenep yang lebih terarah dan memiliki nilai jual yang lebih mapan dalam arti yang positif. Menurut Sufianto, penyegaran ditubuh DKS menjadi sebuah keniscayaan.

“Kita perlu lakukan penyegaran ditubuh DKS, karena Sejak awal saya menjabat Kepala Dinas di Disbudparpora, geliat kesenian kok kurang nampak. Target kita, keberadaan DKS inilah yang nantinya akan mengakomodir kelompok-kelompok seni dan sanggar-sanggar sastra di Sumenep akan lebih terakomodir dan ter eskpose lebih luas”,pungkasnya. [Ferry Arbania]