maduraexpose.com

 

Headline NewsLadang SastraSUMENEP EXPOSE

Dari Wartawan hingga Doktor, Ini Perjalanan Tika Suhartatik Mengukir Prestasi

607
×

Dari Wartawan hingga Doktor, Ini Perjalanan Tika Suhartatik Mengukir Prestasi

Sebarkan artikel ini

Oleh: Ferry Arbania

Dr. Tika Suhartatik @Ist.

Di bawah gemintang langit Sumenep, lahirlah Tika Suhartatik, seorang pujangga yang menenun takdirnya dengan benang-benang kata.

 

Bagi jiwanya yang hening, menulis bukanlah sekadar merangkai aksara, melainkan sebuah meditasi paling sunyi, sebuah ziarah batin yang membawanya menemukan arti terdalam dari eksistensi.

 

Tika telah mengarungi berbagai episode kehidupan. Ia pernah menjadi penjaga pena di dunia berita dan mengamati denyut nadi politik. Namun, jiwanya yang puitis tak pernah benar-benar jauh dari panggilan sastra.

 

Ia kembali ke asal, menuangkan hati dan pikirannya dalam antologi puisi berbahasa Madura, seperti “Nemor Kara” dan “Jhimat“, sebuah persembahan cinta untuk tanah kelahirannya.

 

Kini, dengan gelar doktor dari Universitas Negeri Malang  yang ia raih di tengah perannya sebagai ibu, Tika kembali ke almamaternya di STKIP (sekarang: Universitas) PGRI Sumenep.

 

Ia tidak hanya mengajar, tetapi juga menularkan semangat sastra, menginspirasi para mahasiswanya untuk menemukan “meditasi paling sunyi” mereka sendiri.

 

 

Kisah Tika Suhartatik adalah sebuah ode, sebuah perayaan bagi jiwa yang tak pernah berhenti mencari, sebuah pengingat bahwa di antara peran-peran dunia, selalu ada ruang hening tempat kita dapat menuliskan kembali takdir kita di bawah naungan langit yang abadi.

--------EXPOSIANA----
GAYA SAMBUTAN ACHMAD FAUZI WONGSOJUDO

 


 


---Exposiana----