Dari Wartawan hingga Doktor, Ini Perjalanan Tika Suhartatik Mengukir Prestasi

Terbit: 3 September 2025 | 00:00 WIB

Di bawah gemintang langit Sumenep, lahirlah Tika Suhartatik, seorang pujangga yang menenun takdirnya dengan benang-benang kata.

 

Bagi jiwanya yang hening, menulis bukanlah sekadar merangkai aksara, melainkan sebuah meditasi paling sunyi, sebuah ziarah batin yang membawanya menemukan arti terdalam dari eksistensi.

 

Tika telah mengarungi berbagai episode kehidupan. Ia pernah menjadi penjaga pena di dunia berita dan mengamati denyut nadi politik. Namun, jiwanya yang puitis tak pernah benar-benar jauh dari panggilan sastra.

 

Ia kembali ke asal, menuangkan hati dan pikirannya dalam antologi puisi berbahasa Madura, seperti “Nemor Kara” dan “Jhimat“, sebuah persembahan cinta untuk tanah kelahirannya.

 

Kini, dengan gelar doktor dari Universitas Negeri Malang  yang ia raih di tengah perannya sebagai ibu, Tika kembali ke almamaternya di STKIP (sekarang: Universitas) PGRI Sumenep.

 

Ia tidak hanya mengajar, tetapi juga menularkan semangat sastra, menginspirasi para mahasiswanya untuk menemukan “meditasi paling sunyi” mereka sendiri.

 

 

Kisah Tika Suhartatik adalah sebuah ode, sebuah perayaan bagi jiwa yang tak pernah berhenti mencari, sebuah pengingat bahwa di antara peran-peran dunia, selalu ada ruang hening tempat kita dapat menuliskan kembali takdir kita di bawah naungan langit yang abadi.

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *