Minim Fasilitas Kesehatan Warga Pulau Sapeken Meninggal Di tengah laut

0
1034
Ist.Alat kesehatan (alkes) di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD

Sumenep, MaduraExpose.com- Sungguh memprihatinkan nasib Horasia (50) warga desa pulau skala kecamatan sapeken. Pasien Penderita penyakit usus buntu,Meninggal dunia di atas kapal Dharma Bahari Sumekar (DBS 1) saat dalam perjalanan ditengah laut hendak dirujuk ke Rumah sakit Pamekasan.

Sebelum meninggal, korban sempat di rawat satu minggu di puskesmas pembantu (Pustu) di pulau sakala, namun karena kondisi korban kritis dirujuk ke puskesmas kecamatan sapeken.

Sayanngnya puskesmaspun tidak mampu menangangi korban sehingga korban dirujuk ke rumah sakit kabupaten pamekasan.”korban sekitar satu minggu dirawat di puskesmas pembantu (Pustu) pulau skala dengan menderita penyakit usus buntu”ujar Moh Nur perawat yang mendampingi korban.

Korban didampingi keluarga dan perawat dari puskesmas pembantu pulau skala berangkat dari pelabuhan pulau sapeken sekitar pukul 10.00 hari rabu, (13/05/2015.).dengan menaiki kapal Dharma bahari sumekar (DBS 1) milik pemerintah daerah. namun ditengah perjalanan sekitar pukul 12.00 korban menghembuskan nafas terakhir diatas kapal.

“korban meninggal sekitar pukul 12.00 mas, diatas kapal ditengah laut”ujar Budi cahyono Kapten kapal DBS satu.

Kemudian kapal DBS 1 bersandar di pelabuhan kalianget sekitar pukul 18.00.rabu sore, (13,05,2015).Karena korban sudah meninggal dunia Langsung dibawa kembali pulang ke pulau sapeken dengan menggunakan perahu kecil oleh keluarganya.

Sementara itu Bambang Suprio manager operasional DBS satu mengatakan, korban meninggal setelah dalam perjalanan lebih satu jam “karena sesuai aturan kapal yang sudah perjalanan satu jam tidak bisa kembali lagi karena mengangkut banyak penumpang, harus dilanjutkan”uangkapnya.

Sementara itu A. Fatoni kepala dinas kesehatan kabupaten sumenep,berdalih hingga saat ini belum dapat laporan terkait meninggalnya pasien dari kepulauan yang meninggal di atas kapal DBS satu tersebut” kami sejauh ini belum dapat laporan, namun pihaknya akan berupaya mengklarifikasi kejadian tersebut kepihak petugas kesehatan kecamatan sapeken” ulasnya.

Semenatara itu ditempat terpisah durrahman menyayangkan minimnya fasilitas kesehatan di kepulauan sebab seringkali terjadi pasien kepulauan merenggang nyawa di atas kapal.” Mestinya pemerintah harus serius menangangi pelayanan kesehatan kepulauan, dan fasilitas kesehatan juga dipenuhi sehingga pasien kepulauan dapat tertangani secara baik” pungkasnya.

(m2d/fer)