MADURA EXPOSE– Berdalih ingin membeli AC (air conditioner) sebanyak tiga unit bermerk Samsung, Kepala Sekolah (Kasek) SDN Pajagalan 1, Sumenep, Madura, Jawa Timur, dikecam banyak kalangan karena dianggap mengajarkan pola hidup mewah kepada murid di sekolah setempat.

Januar Herwanto, salah satu wali murid SDN Pajagalan I secara ikut mengecam rencana pembelian AC tersebut karena dinilai tidak memiliki manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh siswa. Apalagi jumlah uang yang dikumpulkan dari semua wali murid tersebut berjumlah Rp17 juta lebih.

“Untuk apa AC itu? Sementara di Sumenep banyak anak-anak kurang mampu. Kenapa uangnya tidak disumbangkan saja kepada mereka ?,” beber Januar Herwanto kepada awak media.

Sebagai bentuk protes , Januar mengaku berkirim surat protes kepada pihak sekolah dengan tembusan Bupati Sumenep, Kepala Dinas Pendidikan dan Komisi IV DPRD Sumenep, Selasa 24 Mei 2016.

Sementara, Kepala SDN Pajagalan 1, Sunari berdalih, bahwa rencana pemasangan atau pembelian AC itu sudah hasil musyawarah antara Sekolah, Komite, serta orang tua siswa-siswi kelas akhir yang dilaksanakan hari Sabtu (12/4). Bahkan, pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran yang disampaikan kepada para wali murid.

Sebagaimana dalam surat edaran, musyawarah itu menyepakati dua hal. Pertama, pelepasan siswa-siswi kelas akhir SDN Pajagalan 1 ialah berupa Dharma Wisata ke Jatim Park I dan II di Malang. Kesepakatan kedua, kenang-kenangan dari wali murid berupa pemasangan AC dan penambahan daya listrik, dari 2.200 VA menjadi 6.600 VA khusus ruang kelas VI.

Sedikitnya ada tiga unit AC merk Samsung ukuran 1,5 PK akan dibeli untuk dipasang. Per unit dianggarkan Rp 4 juta. Total biaya dibutuhkan Rp12 juta.

Sedangkan untuk penambahan daya listrik, dianggarkan Rp. 4.593.600, kemudian ditambah dengan instalatir dan pembelian 1 roll kabel NYA Rp. 1.240.000. Totalnya, biaya kenang-kenangan mencapai Rp. 17.833.600.

Jumlah wali murid kelas akhir SDN Pajagalan 1 tahun pelajaran 2015-2016 ialah sebanyak 109 orang. Dengan begitu, masing-masing orangtua siswa dikenakan biaya Rp163.111 yang kemudian dibulatkan menjadi Rp165.000. Selain itu, para wali murid juga harus membayar biaya Dharma Wisata sebesar Rp375.000.

(rls/har)

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM