SUMENEP — PDI Perjuangan (PDIP) mencatatkan sejarah baru dalam peta politik Kabupaten Sumenep. Dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024, partai berlambang banteng moncong putih ini berhasil meraih 11 kursi di DPRD Sumenep, menjadikannya peraih kursi terbanyak.
Kemenangan ini sontak memicu pertanyaan: bagaimana PDIP mampu melipatgandakan perolehan kursinya dari yang sebelumnya hanya 5 kursi pada Pileg 2019 dan 2014?
Perolehan kursi ini merupakan lompatan signifikan, mengingat pada Pemilu 2019, PDIP hanya menempati posisi ketiga bersama Partai Demokrat dengan 5 kursi, di belakang PKB yang meraih 10 kursi dan PPP yang mengamankan 6 kursi.
Melonjaknya jumlah kursi ini tidak terlepas dari adanya penambahan alokasi kursi di DPRD Sumenep, dari 40 kursi pada pemilu sebelumnya menjadi 50 kursi di Pemilu 2024. Namun, kemampuan PDIP untuk merebut lebih banyak kursi dibanding partai lain menunjukkan adanya strategi dan momentum yang matang.
Hasil Pleno KPU: Dominasi PDIP di Semua Dapil
Berdasarkan hasil rapat pleno terbuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep pada Kamis (2/5), PDIP berhasil memimpin perolehan suara dengan mengamankan 11 dari 50 kursi yang tersedia. Ketua KPU Sumenep, Rahbini, menyatakan bahwa tidak ada sengketa hasil, sehingga penetapan perolehan kursi dapat segera dilakukan.
Perolehan kursi PDIP tersebar merata di seluruh delapan daerah pemilihan (dapil), menunjukkan kekuatan yang solid di berbagai wilayah. Rinciannya, PDIP berhasil meraih masing-masing 2 kursi di tiga dapil, yaitu Dapil I, Dapil II, dan Dapil VII. Sementara itu, di Dapil III, Dapil IV, Dapil V, Dapil VI, dan Dapil VIII, PDIP mengamankan masing-masing 1 kursi.
Selain PDIP, berikut adalah rincian perolehan kursi partai politik lainnya:
- PKB: 10 kursi
- Partai Demokrat: 7 kursi
- PPP: 6 kursi
- PAN: 5 kursi
- Partai Nasdem: 5 kursi
- Partai Gerindra: 2 kursi
- PKS: 2 kursi
- PBB: 1 kursi
- Partai Hanura: 1 kursi
Faktor Kunci Kemenangan: Kepemimpinan Lokal dan Strategi Jitu
Kenaikan drastis perolehan kursi PDIP di Sumenep diperkirakan tidak terlepas dari figur Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, yang merupakan kader partai tersebut.
Sebagai bupati petahana, keberadaan dan popularitas beliau diyakini menjadi motor penggerak yang efektif dalam mendongkrak suara partai. Kinerjanya dalam memimpin pemerintahan daerah, serta program-program pembangunan yang menyentuh langsung masyarakat, menciptakan sentimen positif yang pada akhirnya berimbas pada perolehan suara PDIP.
Selain itu, solidnya mesin partai di tingkat akar rumput dan penempatan calon legislatif yang kuat di setiap dapil juga menjadi faktor penting. PDIP tampaknya berhasil mengkapitalisasi penambahan kursi secara merata, menjangkau pemilih di wilayah daratan maupun kepulauan yang menjadi bagian dari 8 dapil di Sumenep.
Dengan kemenangan ini, PDIP kini memiliki posisi tawar yang sangat kuat di legislatif dan menjadi penentu dalam setiap kebijakan dan program yang akan dijalankan di Kabupaten Sumenep.
Perubahan peta politik ini menunjukkan bahwa popularitas tokoh lokal dan strategi yang terorganisir menjadi kunci utama dalam meraih dominasi politik di era modern.


















