
MADURAEXPOSE.COM – JAKARTA – Tokoh sentral industri tembakau Madura, Khairul Umam alias Haji Her, akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pusaran kasus dugaan suap importasi barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Mengenakan gaya khasnya, Haji Her menjalani pemeriksaan selama lebih dari tiga jam untuk mengklarifikasi hubungannya dengan jejaring tersangka yang melibatkan petinggi eselon Bea Cukai.
Secara substansi, Haji Her menegaskan posisinya yang tidak bersentuhan dengan lingkaran tersangka. “Kita ditanya kenal nggak dengan orang-orang itu… Ya saya jawab, saya tidak kenal,” ujarnya di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (9/4/2026). Pemeriksaan ini merupakan pengembangan dari operasi penindakan KPK yang mengungkap adanya manipulasi parameter jalur merah-hijau importasi, yang diduga melibatkan mantan Direktur P2 DJBC, Rizal, dan sejumlah pejabat intelijen bea cukai lainnya.
Dalam perspektif administrasi publik dan penegakan hukum, kehadiran Haji Her secara proaktif—meski sempat disebut mangkir oleh Ketua KPK Setyo Budiyanto—menunjukkan dinamika kepatuhan hukum dari entitas privat di Madura. Menariknya, di sela ketegangan pemeriksaan, Haji Her sempat melontarkan pernyataan bernada percaya diri saat ditanya mengenai akomodasinya di hotel mewah. “Nginap di Grand Hyatt. Wah, hotel mahal itu? Iya, saya kan banyak uang,” selorohnya, menggambarkan posisi finansialnya yang kokoh di tengah badai hukum yang sedang mengintai sektor importasi nasional.
[dbs/trb/dtk/tim]

![Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah usul verifikasi biometrik (sidik jari & retina) untuk beli gas elpiji 3 kg guna hemat anggaran. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah usul verifikasi biometrik (sidik jari & retina) untuk beli gas elpiji 3 kg guna hemat anggaran. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1775492774/said-abdullah-usul-retina-mata-elpiji-3kg_rs43fv.jpg)

![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)

![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)
![Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose] Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776313265/rapat-paripurna-dprd-sumenep-pandangan-umum-fraksi-raperda-2026_y5t0s6.jpg)