
BANGKALAN — Sebuah video yang merekam adegan duel berdarah atau carok di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, mengejutkan publik.
Video berdurasi pendek itu, yang beredar luas di grup-grup WhatsApp, menunjukkan dua pria bertarung dengan senjata tajam, sementara seorang perempuan berusaha melerai. Peristiwa tragis ini diduga terjadi pada Senin sore, 8 September 2025, di Desa Macajah, Kecamatan Tanjung Bumi.
Video Horor yang Menyebar Luas
Dalam video berdurasi 10 detik, terlihat jelas dua pria terlibat dalam pertikaian sengit. Senjata tajam terlihat diayunkan. Di video lain yang lebih singkat, hanya 19 detik, seorang pria terlihat terkapar tak berdaya dengan luka parah dan bersimbah darah. Seorang perempuan, yang diduga istrinya, tampak panik memapah korban.
Meski identitas para pelaku dan korban belum diketahui pasti, rekaman ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi kekerasan yang mengerikan ini masih hidup di tengah masyarakat. Narasi yang terdengar di video, “Carok-carok kenak,” mengisyaratkan bahwa pertikaian ini bukanlah kejadian biasa, melainkan “carok” yang merenggut nyawa.
Menelusuri Akar Masalah: Mengapa Carok Masih Terjadi?
Carok bukanlah sekadar perkelahian biasa. Tradisi ini sering kali dipicu oleh permasalahan harga diri (atau “carok”), sengketa tanah, atau perselingkuhan. Kekerasan ini menjadi jalan pintas untuk menyelesaikan masalah, bukan melalui jalur hukum atau musyawarah, melainkan dengan kekerasan fisik.
Kasus carok di Desa Macajah ini seharusnya menjadi peringatan bagi semua pihak. Meskipun teknologi memungkinkan video kekerasan seperti ini menyebar cepat, solusi untuk menghentikannya tidak bisa hanya dengan membatasi penyebaran video. Aparat penegak hukum harus mengusut tuntas motif di balik carok ini dan menindak tegas para pelakunya.
Namun, penyelesaian hukum saja tidak cukup. Pemerintah daerah dan tokoh masyarakat harus bekerja sama untuk mengedukasi masyarakat, memberikan pemahaman bahwa kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah. Alih-alih merestorasi harga diri, carok justru merusak kehidupan, baik bagi korban maupun pelaku.
Tragedi di Desa Macajah adalah bukti nyata bahwa kita harus lebih serius dalam menanggulangi akar permasalahan sosial yang memicu kekerasan ini. Jika tidak, carok akan terus berulang, dan setiap video yang viral hanya akan menjadi babak baru dari cerita lama yang tragis. [koma/dbs/gim]

![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)

![Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa] Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776790830/jch-pamekasan-siap-berangkat-haji_cfrc73.jpg)
![Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose] Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776788312/sidak-minyakita-pasar-anom-sumenep-2026_ora5xq.jpg)
![10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose] 10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776787040/sensus-ekonomi-2026-bps-sumenep-akurat_ws5jnl.jpg)
![Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose] Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776786041/polres-sumenep-rakor-bbm-sembako-2026_ck9mx1.jpg?_s=public-apps)
![Itjenad TNI AD turun langsung ke Sumenep! Verifikasi ketat dilakukan di Yayasan Al-Itqan untuk memastikan program pemenuhan gizi (SPPG) berjalan transparan dan tepat sasaran. Akuntabilitas jadi kunci utama. [Foto: Dok. Kodim Sumenep For Madura Expose] Itjenad TNI AD turun langsung ke Sumenep! Verifikasi ketat dilakukan di Yayasan Al-Itqan untuk memastikan program pemenuhan gizi (SPPG) berjalan transparan dan tepat sasaran. Akuntabilitas jadi kunci utama. [Foto: Dok. Kodim Sumenep For Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776767695/itjenad-verifikasi-sppg-yayasan-alitqan-sumenep-2026_ojv6t1.jpg)
