Dua Gadis Pelajar di Bangkalan Diduga Jadi Korban Pemerkosaan 8 Pria Bejat, Polisi Didesak Bertindak Cepat

Terbit: 3 Oktober 2025 | 21:08 WIB

MaduraExpose.com- Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, kembali dicoreng oleh kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.

 

Dua gadis pelajar, yang masih memiliki hubungan sepupu, masing-masing berusia 16 tahun (SF) dan 14 tahun (AF), diduga kuat menjadi korban kebejatan delapan pria di Kecamatan Sepulu.

 

Peristiwa memilukan ini terjadi pada 10 Juli 2025. Kasus ini menjadi perhatian publik karena selain melibatkan banyak pelaku, keluarga korban juga mengeluhkan lambatnya proses penanganan oleh pihak kepolisian.

 

Korban Pertama (SF, 16 Tahun): Jebakan Nasi Goreng

 

Kronologi bermula sekitar pukul 23.00 WIB ketika korban pertama, SF (16), diajak oleh temannya berinisial RD untuk membeli nasi goreng di Pasar Sepulu. Namun, makanan yang dicari ternyata tidak tersedia.

 

 

Alih-alih mengajak pulang, RD justru membawa SF ke lokasi sepi berupa semak-semak di Kecamatan Sepulu. Di lokasi tersebut, ternyata sudah menunggu dua rekan RD, yaitu AD dan SU. SF kemudian dipaksa melayani dan disetubuhi secara bergantian oleh tiga pria tersebut.

 

 

“Jadi, anak saya disetubuhi oleh tiga orang itu. Saya merasa sakit hati mendengar anak saya diperlakukan seperti itu oleh mereka,” ujar Nasuri Khoirul, orang tua SF, saat diwawancarai pada Kamis, 2 Oktober 2025.

 

 


 

Korban Kedua (AF, 14 Tahun): Diculik Saat Mencari Sepupu

 

Karena SF tak kunjung kembali, sepupunya, AF (14), merasa khawatir. AF kemudian menanyakan keberadaan SF kepada seorang teman RD berinisial RK. RK mengaku bahwa SF pergi membeli nasi goreng, lalu ia mengajak AF untuk menyusul.

 

 

Pencarian di pasar pun gagal. Dalam perjalanan pulang, alih-alih mengantar AF sampai rumah, RK justru menghentikan laju kendaraan di suatu tempat yang dekat dengan kediaman AF. Di lokasi itulah, AF diberhentikan.

 

 

AF kemudian menjadi korban pemerkosaan secara bergantian oleh RK bersama empat rekannya yang lain, yakni JN, JY, HD, dan BH.

 

“Anak saya AF dilempar ke semak-semak dan disetubuhi oleh lima orang,” ungkap Khoirul Anwar, orang tua AF, dengan raut wajah sedih.

 

Total pelaku yang diduga terlibat dalam dua rangkaian kejadian ini mencapai delapan orang.


 

Desakan Keluarga Korban: Polres Bangkalan Diminta Segera Tangkap Pelaku

 

Keluarga korban telah melaporkan delapan terduga pelaku sejak 26 Juli 2025. Namun, hingga awal Oktober 2025, keluarga mengeluhkan belum ada kejelasan. Tak satupun dari delapan pelaku yang dilaporkan sudah ditangkap.

 

 

Keluarga korban berencana melakukan audiensi ke Polres Bangkalan pada Kamis (2/10), namun acara tersebut digagalkan secara sepihak.

 

 

“Saya harap Polres segera menangkap pelaku yang masih berkeliaran,” tegas perwakilan keluarga, khawatir para pelaku akan melarikan diri atau mengulangi perbuatannya.

 

 

Menanggapi desakan ini, Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKB Hafid Dian Maulidi, membenarkan bahwa kasus tersebut sedang ditangani secara serius.

 

 

“Sedang dalam pencarian. Saat ini, kami sedang bersama keluarga korban untuk sharing informasi,” jelas AKB Hafid. Pihak kepolisian menyatakan masih terus berkoordinasi dengan keluarga korban sambil melakukan proses pengejaran terhadap para terduga pelaku.

 

#HapusKekerasanSeksualAnak. Masyarakat Bangkalan berharap kasus ini segera terungkap dan para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Maraton Hibah Jatim: KPK Gali Keterangan 13 Saksi, Dua Kades Bangkalan Hadir

Terbit: 18 April 2026 | 00:32 WIB BANGKALAN – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami struktur penyaluran dana hibah APBD Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2021-2022. Bertempat di…

Sekda Tidur Pulas di LKPJ Bupati: LIRA Bangkalan Desak Ismet Efendi Dicopot

Terbit: 11 April 2026 | 19:25 WIB BANGKALAN, MADURAEXPOSE.COM – Sebuah insiden memprihatinkan mencoreng jalannya sidang paripurna di DPRD Bangkalan. Sekretaris Daerah (Sekda) Bangkalan, Ismet Efendi, tertangkap kamera di duga…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *