El Nino Ganggu Jadwal Panen, Badan Pangan: Defisit Produksi Beras Capai 2,8 Juta Ton

Terbit: 11 Februari 2024 | 19:31 WIB

Maduraexpose.com- Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyampaikan, fenomena El Nino telah mempengaruhi masa tanam dan jadwal panen di Indonesia. Kondisi ini membuat adanya defisit antara produksi petani dengan konsumsi sebanyak 2,8 juta ton pada Januari-Februari tahun ini.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menjelaskan, pemerintah mengupayakan berbagai langkah untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Meski, menurutnya, saat ini masyarakat harus dihadapkan pada kenaikan harga beras.

“Kita memang perlu beras lebih banyak saat ini. Pemerintah menyeimbangkan kekurangan karena tidak adanya tanam akibat El Nino,” kata Arief kepada Republika, Ahad (11/2/2024).

Arief menjelaskan saat ini pemerintah mempercepat bongkar muat kapal yang membawa beras impor di beberapa pelabuhan. Ada 500 ribu ton beras sisa kuota impor tahun 2023 yang sedang proses masuk ke Food Station.

“Saat ini beras komersial Bulog ada 200 ribu ton. Itu sudah termasuk 50 ribu ton yang sedang berjalan masuk ke PIBC,” kata Arief.

Arief juga menambahkan pemerintah juga memperluas jangkauan beras SPHP baik ke pasar tradisional maupun gerai ritel modern sehingga masyarakat bisa mengakses beras murah.

“Kami terus menjaga keseimbangan antara impor dan produksi lokal. Saat ini CPP beras di Bulog kita jaga di atas 1,2 juta ton,” tambah Arief.

  • Avatar

    administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Haji Her di Hyatt dan Teka-teki KPK

    Terbit: 10 April 2026 | 00:00 WIB MADURAEXPOSE.COM – JAKARTA – Tokoh sentral industri tembakau Madura, Khairul Umam alias Haji Her, akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pusaran…

    Beli Elpiji 3 Kg Pakai Retina Mata? Said Abdullah: Jangan Hamburkan Anggaran!

    Terbit: 6 April 2026 | 23:20 WIB JAKARTA, MaduraExpose.com – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, melemparkan usulan revolusioner guna membendung kebocoran subsidi energi yang kian membengkak. Politisi…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *