
Sumenep, MaduraExpose.com- Terkait masih adanya sengketa lahan sekolah yang masih berstatus milik pribadi yang ada di Kabupaten Sumenep, setiap tahun Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep terus menganggarkan dana ganti rugi kepada ahli waris dari lahan yang ditempati bangunan sekolah.
Kepala Dinas Pendididkan Kabupaten Sumenep, Drs. H. Ahmad Sadik, M.Si kepada wartawan, Kamis (09/04) mengungkapkan, untuk tahun 2015 ini Dinas Pendidikan menganggarkan dana sebesar Rp. 600.000.000,- untuk menyelesaikan sengketa lahan yang dibangun sekolah yang menjadi tuntutan ahli waris.
“Hingga saat ini dari sekian sekolah yang bersengketa dengan ahli waris ada 6 sekolah, mudah-mudahan dengan dana tersebut mencukupi untuk dilakukan pembelian lahan kepada ahli warisnya.”ungkapnya.
Diakui, Sadik, jika para ahli waris yang mengaku sebagai pemilik lahan tidak bersedia dengan harga yang sudah menjadi patokan harga tanah, pihaknya akan mencari alternatif lain sehingga, para siswa tidak sampai terbengkalai melaksanakan proses belajar mengajar.
Misalnya saja dengan mencari lahan baru untuk dibangun sekolah yakni yang masih dekat dengan lokasi sekolah sebelumnya. Pihaknya berharap para ahli waris bisa mengerti keadaan tersebut, sehingga penyelesaiannya akan lebih mudah.
“Sebab, selama ini ada juga sekolah bermasalah yang ahli warisnya yang akhirnya merelakan untuk tetap ditempati sekolah, sehingga tidak sampai dilakukan ganti rugi.”tambahnya.
( Ren/Fer )





![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)