Disdik Anggarkan Dana Ganti Rugi Lahan 600 Juta

Terbit: 10 April 2015 | 01:08 WIB

Sumenep, MaduraExpose.com- Terkait masih adanya sengketa lahan sekolah yang masih berstatus milik pribadi yang ada di Kabupaten Sumenep, setiap tahun Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep terus menganggarkan dana ganti rugi kepada ahli waris dari lahan yang ditempati bangunan sekolah.

Kepala Dinas Pendididkan Kabupaten Sumenep, Drs. H. Ahmad Sadik, M.Si kepada wartawan, Kamis (09/04) mengungkapkan, untuk tahun 2015 ini Dinas Pendidikan menganggarkan dana sebesar Rp. 600.000.000,- untuk menyelesaikan sengketa lahan yang dibangun sekolah yang menjadi tuntutan ahli waris.

“Hingga saat ini dari sekian sekolah yang bersengketa dengan ahli waris ada 6 sekolah, mudah-mudahan dengan dana tersebut mencukupi untuk dilakukan pembelian lahan kepada ahli warisnya.”ungkapnya.

Diakui, Sadik, jika para ahli waris yang mengaku sebagai pemilik lahan tidak bersedia dengan harga yang sudah menjadi patokan harga tanah, pihaknya akan mencari alternatif lain sehingga, para siswa tidak sampai terbengkalai melaksanakan proses belajar mengajar.

Misalnya saja dengan mencari lahan baru untuk dibangun sekolah yakni yang masih dekat dengan lokasi sekolah sebelumnya. Pihaknya berharap para ahli waris bisa mengerti keadaan tersebut, sehingga penyelesaiannya akan lebih mudah.

“Sebab, selama ini ada juga sekolah bermasalah yang ahli warisnya yang akhirnya merelakan untuk tetap ditempati sekolah, sehingga tidak sampai dilakukan ganti rugi.”tambahnya.

( Ren/Fer )

 

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Laga Panas Pengadaan Buku: Sahnan MP3S Siapkan ‘Tiket’, Haji Iksan Pasang ‘Gembok’ SIPLAH!

Terbit: 2 Maret 2026 | 02:31 WIB SUMENEP – Awal pekan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep mendadak “gerah”. Bukan karena suhu udara, melainkan karena mencuatnya tensi tinggi antara aktivis pengawas…

Bisnis Buku di Sekolah: MP3.S Siapkan ‘Tiket’ ke Penjara

Terbit: 1 Maret 2026 | 12:11 WIB SUMENEP, MADURAEXPOSE.COM – Praktik jual-beli buku pelajaran yang melibatkan transaksi langsung antara penerbit dan sekolah di Kabupaten Sumenep kini berada di bawah radar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *