MADURA EXPOSE–Sejumlah warga desa di Kecamatan Ganding mempertanyakan realisasi dana desa (DD) tahun ini yang dinilai tidak jelas dalam mengakomodir kepentingan masyarakat seperti infrastruktur jalan dan pembangunan lain yang kian memperihatinkan.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Bahkan, beberapa desa, ratusan meter jalan dibiarkan rusak parah dan berlubang.

Kerusakan parah juga terjadi di Desa Ketawang Karay dan dan Ketawang Daleman Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep.

“Katanya ada dana desa miliaran rupiah, kok jalannya makin rusak parah tanpa perbaikan. Anehnya lagi, hanya batu-batu kecil yang ditumpuk berbulan-bulan dipinggir jalan,”ujar Ahmad, salah satu warga desa di Kecamatan Ganding, Sumenep, baru-baru ini.

Pantauan MaduraExpose.com di sejumlah lokasi, saking rusaknya jalan di Desa Ketawang Daleman dan Desa Ketawang Karay dan beberapa desa lainnya, terlihat sangat membahayakan keselamatan warga yang tengah melintas menggunakan kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat.

“Kami meminta para kepala Desa di Kecamatan Ganding tidak main-main dalam mengelola Dana Desa itu. Agar tidak menimbulkan kecurigaan, harusnya para Kades itu segera melakukan transparansi,” ujar Syaifur Rahman, aktivis dari Sumekar Network.

Menurutnya, di era keterbukaan saat ini, sangat tidak masuk akal, ketika pembangunan desa di Kabupaten Sumenep begitu jelek dan tertinggal. Karena selain Dana Desa, pemerintah juga telah menggelontorkan bantuan dana miliaran rupiah berupa Alokasi Dana Desa (ADD).

“Selain DD ada juga ADD yang mencapi ratusan miliar untuk pembangunan desa. Mak, perlu dicurigai, ketika infrastruktur desa sangat jelek dan rusak parah,” pungkasnya.

Sekedar mengingatkan, pada tahun 2016 ini, sebanyak 332 desa di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mendapat kucuran dana desa yang melimpah dan besarannya melebihi tahun sebelumnya hingga Rp 8 miliar melalui anggaran Alokasi Dana Desa (ADD).

Hal itu disampaikan sebelumnya oleh Ali Dhafir, Kepala Bagian Pemerintah Desa (Kabag Pemdes) Pemkab Sumenep, bahwa ADD untuk 332 Desa di Kabupaten Sumenep tahun ini mencapai Rp 123 M 956 juta lebih, jauh lebih besar dari tahun 2015 yang hanya mencapai Rp115 miliar.

“Prioritas penerima ADD itu disesuaikan dengan indikator desa masing-masing melalui bobot luas desa, jumlah penduduk, angka kemiskinan dan kondisi geografis. Untuk realisasinya sudah sering dilakukan pembekalan terhadap perangkat desa,” ujar Ali Dafir, Kabag Pemdes Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur. (Ima/Fer)