
SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis, memberikan klarifikasi tegas terkait spekulasi keterlibatan MUI dalam wacana bergabungnya Indonesia ke Blue Dot Network (BoP).
Melalui pernyataan resminya di media sosial X, Kiai Cholil menegaskan bahwa kehadiran tokoh MUI ke Istana Negara beberapa waktu lalu murni merupakan agenda dialog untuk menyampaikan aspirasi, bukan kesepakatan politik.
“MUI tak pernah mendukung BoP. Kami datang ke istana itu dialog dengan menyampaikan pendapatnya masing-masing. Tidak ada keputusan apapun,” tulis Kiai Cholil dalam unggahannya yang viral tersebut.
MUI tak pernah mendukung BoP. Kami datang ke istana itu dialog dg menyampaikan pendapatnya masing2. Tidak ada keputusan apapun. MUI tetap pada pendiriannya utk kemerdekaan Palestina. Skeptisnya terhadap sikap presiden yg mau mengubah politik penjajah Srael dari dalam BoP. https://t.co/Vny89znxkP
— cholil nafis (@cholilnafis) February 22, 2026
Sikap Skeptis Terhadap Diplomasi Presiden
Lebih lanjut, Kiai Cholil Nafis menekankan bahwa pendirian MUI terhadap kemerdekaan Palestina tidak pernah bergeser sejengkal pun. MUI tetap waspada terhadap langkah-langkah diplomasi yang dinilai berisiko mengaburkan dukungan Indonesia terhadap perjuangan bangsa Palestina.
Secara administratif dan ideologis, MUI menyatakan skeptis terhadap sikap Presiden yang dinilai ingin mengubah politik luar negeri terhadap “penjajah Israel” melalui jalur BoP. Hal ini merupakan respons terhadap kekhawatiran publik mengenai perubahan arah politik luar negeri Indonesia.
Langkah Kiai Cholil ini dipandang sebagai upaya menjaga integritas MUI sebagai lembaga yang konsisten mengawal isu kemanusiaan dan keagamaan di kancah internasional. Penegasan ini sekaligus membantah kabar burung yang menyebut adanya konsensus antara MUI dan pemerintah terkait normalisasi terselubung.**
Red./Editor: Ferry Arbania | Madura Expose Layanan Pembaca: Bagi pembaca yang ingin menyampaikan informasi, keluhan, atau mengirimkan artikel opini, silakan kirimkan melalui email resmi kami di: maduraexposenews@gmail.com.



![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)

![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)
![Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose] Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776313265/rapat-paripurna-dprd-sumenep-pandangan-umum-fraksi-raperda-2026_y5t0s6.jpg)