Terungkap: Kenapa Wanita Haid Dilarang Puasa Ramadhan?
Alasan Syar'i dan Medis Larangan Puasa Bagi Wanita Menstruasi

oleh -266 Dilihat
Ilustrasi hukum wanita haid dilarang puasa Ramadhan menurut pandangan ulama.
Ketaatan: Tidak berpuasa saat haid merupakan bentuk kepatuhan terhadap perintah Allah SWT dan bentuk kasih sayang syariat terhadap fisik wanita.
Terbit: 23 Februari 2026 | 19:32 WIB

SUMENEP, MaduraExpose.com – Larangan berpuasa bagi wanita yang sedang mengalami siklus menstruasi seringkali hanya dipahami sebagai rutinitas hukum tanpa mendalami esensi filosofis dan teologisnya. Padahal, di balik sekat hukum Islam, tersimpan narasi kasih sayang Tuhan (Rukhshah) dan kepastian hukum yang telah disepakati oleh ribuan ulama lintas generasi.

Secara definitif, haid dalam kacamata fikih Ahlussunnah wal Jamaah dikategorikan sebagai hadats besar. Dalam kitab Fathul Qarib, ditegaskan bahwa salah satu syarat sah puasa adalah suci dari haid dan nifas sepanjang hari. Artinya, keberadaan darah haid secara otomatis membatalkan keabsahan ibadah puasa, meski hanya muncul beberapa detik sebelum azan magrib berkumandang.

Landasan yuridisnya sangat kuat. Merujuk pada hadis riwayat Aisyah RA dalam Shahih Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menegaskan: “Kami (kaum wanita) diperintahkan untuk mengqadha puasa, namun tidak diperintahkan mengqadha shalat.” Dari sinilah para ulama, termasuk Imam Syafi’i, menyepakati (ijma’) bahwa meninggalkan puasa saat haid bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban syariat.

Namun, Islam tidak hanya berbicara soal larangan. Dari perspektif medis dan psikologis, larangan ini merupakan bentuk Rukhshah (keringanan) dari Allah SWT. Kondisi fisik wanita saat haid cenderung mengalami peluruhan zat besi, nyeri kram perut (dysmenorrhea), hingga kelelahan ekstrem. Mewajibkan puasa dalam kondisi tersebut justru akan mencederai prinsip Maqashid Syariah, yakni menjaga jiwa (Hifzhun Nafs).

Uniknya, tidak berpuasanya seorang wanita haid justru dihitung sebagai bentuk ketaatan mutlak. Dengan menahan diri untuk tidak puasa karena patuh pada aturan Allah, seorang wanita tetap berada dalam koridor ibadah yang bernilai pahala, sembari wajib menggantinya (qadha) di hari lain di luar bulan suci.***

HotExpose:  Prabowo & Nuzulul Quran: "Jika Pemerintah Bersih, 287 Juta Rakyat Akan Sejahtera!" (Bagian II)

Red./Editor: Ferry Arbania | Madura Expose Layanan Pembaca: Bagi pembaca yang ingin menyampaikan informasi, keluhan, atau mengirimkan artikel opini, silakan kirimkan melalui email resmi kami di: maduraexposenews@gmail.com.

"Dewan Redaksi" MADURA EXPOSE

Gambar Gravatar
www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum