Lomba rap-kerraban Sape, Kepala Dispendik Sumenep: Itu Warisan Budaya

Terbit: 27 Januari 2024 | 18:00 WIB

Sumenep, Maduraexpose.com– Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra menyatakan, pihaknya melalui lomba rap-kerraban sape bisa menghidupkan kembali warisan budaya lokal kepada anak-anak maupun masyarakat.

“Lomba ini sebagai media untuk memberikan inovasi kepada anak didik supaya mencintai dan memainkan warisan budaya itu di lingkungannya,” jelasnya.

Lomba Rap-Kerraban Sape 2024 diikuti oleh siswa Sekolah Dasar (SD) dan yang menjadi pemenang di tingkat Kecamatan sebanyak 85 peserta, mereka berlomba untuk memperebutkan juara satu hingga harapan tiga.

Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep pada kegiatan ini juga mengadakan turnamen sepak bola mini SD baik daratan maupun kepulauan dengan jumlah peserta sebanyak 23 tim berasal dari kecamatan daratan dan kepulauan.

“Yang jelas, lomba berbasis lokal dalam rangka memupuk rasa cinta dan mengembangkan bakat sekaligus sarana edukatif, berinteraksi dan berkomunikasi,” pungkas Agus Dwi Saputra.

Wabup Dewi Khalifah menandai dimulainya lomba Rab-Kerraban Sape dengan melepas secara simbolis bersama unsur Forkopimda.

Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah mengajak anak-anak tidak boleh meninggalkan permainan tradisional “Rap-kerraban sape” yang hampir punah.

Menurut Wabup Eva, permaianan tradisional itu mengandung nilai-nilai positif yang bisa menjadi dasar pembentukan karakter siswa.

“Masyarakat khususnya anak-anak harus menggairahkan permainan rap-kerraban sape sebagai kekayaan budaya lokal,” demikian Dewi Khalifah di halaman Kantor Bupati Sumenep, Jumat kemarin. [yas/fer]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sinergi Pendopo: Cara Bupati Achmad Fauzi Rangkul Ulama Jaga ‘Imun’ Sosial Sumenep

Terbit: 28 Februari 2026 | 16:51 WIB MADURAEXPOSE.COM – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, kembali mempertegas pentingnya kolaborasi antara umara dan ulama dalam menjaga stabilitas daerah. Dalam sebuah pertemuan hangat…

Uang Rakyat Kok ‘Tidur’ Nyenyak? Menggugat Logika Penjaga Brankas di Meja Cangkrukan

Terbit: 27 Februari 2026 | 13:34 WIB Oleh: Ferry Arbania Malam itu di Sumenep, sisa-sisa doa tarawih masih menggantung di udara, tapi di meja cangkrukan kami, obrolan justru mulai “berdosa”.…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *