Hari Jadi Sumenep ke-756: ASN Wajib Berbusana Adat Keraton

Terbit: 30 Oktober 2025 | 04:31 WIB

SUMENEP, (30 Oktober 2025) – Kabupaten Sumenep merayakan Hari Jadinya yang ke-756 dengan rangkaian acara yang menonjolkan kekayaan sejarah dan budaya Keraton. Berbeda dari tahun sebelumnya, salah satu kebijakan yang paling menarik perhatian dan menjadi pembicaraan hangat adalah kewajiban bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai non-ASN untuk mengenakan Baju Adat Keraton Sumenep secara lengkap selama perayaan berlangsung.

 

“Ngopene Soengenep”: Merawat Tradisi di Era Modern

 

Peringatan Hari Jadi ke-756 ini diusung dengan semangat “Ngopene Soengenep” yang bermakna ‘merawat Sumenep’. Filosofi ini menjadi payung bagi berbagai kegiatan yang bertujuan untuk melestarikan, menghidupkan, dan menjaga tradisi leluhur di tengah arus modernisasi.

Menurut Bupati Sumenep, kebijakan penggunaan busana adat Keraton bukanlah sekadar rutinitas seremonial. Kewajiban ini adalah:

Simbol Kebanggaan dan Penghormatan terhadap jati diri Kabupaten Sumenep, sekaligus upaya nyata dalam menjaga adat dan budaya leluhur. Dengan mengenakan busana adat, diharapkan tumbuh semangat pada aparatur pemerintah untuk menggelorakan perjuangan para leluhur dalam membangun daerah demi kesejahteraan masyarakat.

Kebijakan ini berlaku untuk seluruh ASN, non-ASN di lingkungan Pemkab, BUMD, BUMN, instansi vertikal, hingga dosen dan guru. Sementara itu, pelajar dan mahasiswa diimbau untuk mengenakan Batik Sumenep.

 

Prosesi Arya Wiraraja dan Haul Raja-Raja

 

Puncak dari rangkaian acara budaya ini adalah kegiatan yang sarat akan nilai sejarah:

  • Prosesi Arya Wiraraja: Kegiatan ini merupakan reka ulang sejarah penobatan Arya Wiraraja sebagai Adipati Sumenep yang pertama pada tanggal 31 Oktober 1269 Masehi. Prosesi yang sarat makna ini diselenggarakan di depan Keraton Sumenep dan melibatkan ratusan seniman lokal, termasuk penampilan 1.000 penari topeng. Acara ini disebut sebagai simbol warisan kepemimpinan dan identitas budaya Sumenep.
  • Haul Raja-Raja Se-Madura: Pemkab Sumenep juga menggelar Haul Akbar Raja-Raja Madura di Pendopo Agung Keraton Sumenep. Kegiatan ini bertujuan sebagai momentum refleksi nilai kepemimpinan, keteladanan para leluhur, sekaligus penegasan akar sejarah dan nilai luhur Sumenep.

Melalui perpaduan antara kebijakan yang berani (busana adat) dan pelaksanaan tradisi yang megah (Prosesi Arya Wiraraja), Hari Jadi ke-756 ini menjadi penegasan bahwa budaya adalah “lentera penuntun kemakmuran” dan merupakan kunci dalam mewujudkan Sumenep yang lebih maju dan beradab.

Ilustrasi MaduraExpose.com [instagram /hondasumenep]

 

K. Hazmi Basyir, Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Latee saat menghadiri Silatnas Perdana.

📚 Sumber Rujukan (Diperoleh dari Pencarian Internet 30 Oktober 2025):

 

  1. “ASN dan Pegawai di Sumenep Wajib Kenakan Baju Adat Keraton saat Hari Jadi ke-756: Jaga Adat Leluhur”Tribunmadura.com (29 Oktober 2025) [Mencakup kebijakan wajib baju adat dan tanggal pelaksanaan].
  2. “Peringati Hari Jadi ke-756, Pemkab Sumenep Gelar Prosesi Arya Wiraraja Penuh Makna”Sumenepkab.go.id (25 Oktober 2025) [Mencakup tema “Ngopene Soengenep” dan makna Arya Wiraraja].
  3. “Sumenep Teguhkan Identitas Daerah, ASN Diwajibkan Berbusana Adat Keraton”Sumenepkab.go.id (28 Oktober 2025) [Mencakup makna kebijakan ASN berbusana adat].
  4. “Haul Raja-Raja Madura di Hari Jadi ke-756 Sumenep, Bupati Fauzi Ajak Hidupkan Semangat Leluhur dalam Pembangunan”Detikzone (27 Oktober 2025) [Mencakup agenda Haul Raja-Raja].
  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

    Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

    Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

    Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *