Pilkada Sumenep Lawan Paslon Kiai, Petahana di-Back Up Banyak Kiai

Terbit: 11 September 2024 | 01:42 WIB

Kedekatan Achmad Fauzi dengan kalangan Ulama NU dan Kiai Pondok Pesantren bukan suatu hal yang baru, bahkan jauh sebelum dirinya menjadi Bupati Sumenep.

Kesederhanaannya yang tak dibuat-buat, membuatnya mudah bergaul dengan pihak manapun, baik kalangan pangusaha hingga kalangan akar rumput.

Sejumlah tokoh yang dihubungi media ini mengaku sangat optimis, pencalonan Achmad Fauzi sebagai Cabup petahana tak akan sesulit pada Pilkada sebelumnya melawan Fattah Jasin-Ali Fikri yang diusung oleh PKB dan sejumlah parpol koalisi.

Namun menariknya, tokoh utama yang kini menjadi rival Achmad Fauai justri dari kalangan Kiai, yakni KH Ali Fikri yang dulu diposisi Cawabup, kini “naik kelas” menjadi Calon Bupati (Cabup) berpasangan dengan KH Unais Ali Hisyam, Mantan Anggota DPR RI yang juga pengasuh Ponpes Aswaj Ambunten Sumenep.
Dua tokoh Kiai ini diharapkan mendulang perolehan suara siginifikan saat melawan petahana pada Pilkada yang dijawalkan pada November tahun ini.

Pasangan Ali Fikri – Unais ini mulai viral dengan sebutan pasangan FINAL. Sedangkan pasangan calon Achmad Fauzi- Imam Hasyim menggaungkan nama paslon dengan singkatan FAHAM.

“Lahirnya” paslon Final (Ali Fikri- Unais) mulai membawa aroma baru, harapan baru pendukungnya, setelah PPP memberi tiket pencalonan mereka beberapa waktu lalu. Menariknya, jauh sebelum “lahirnya” paslon “FINAL”, sosok Kiai Unais Ali Hisyam yang merupakan politisi senior PKB itu sempat digadang-gadang akan maju sebagai Calon Bupati.

Gaung pencalona Itu dibuktikan dengan keseriusan Kiai Unais mendaftar sebagai bakal Calon Bupati di sejumlah Parpol besar, namun pada akhirnya harapan besar itu kandas . Seiring waktu, entah bagaimana ceritanya, politisi berwajah tampan itu, setelah gagal memperoleh tiket Cabup Sumenep, kakak kandung dari Nyai Zainab (Nyai Zaen) istri Alm. KH Fayyad As’ad Karay Kecamatan Ganding Sumenep ini dipasangkan menjadi Calon Wakil Bupati dari KH Ali Fikri Ketua DPC PPP Kabupaten Sumenep.

Konon, kehadiran paslon FINAL ini akan menjadi power besar dalam mengimpun kekuatan dukungan masyarakat, sekaligus menjadi “ancaman” serius bagi kubu Achmad Fauzi sebagai Calon Bupati petahana.
Kendati demikian, adapula yang beranggapan, calon petahana masih memiliki tokoh istimewa yang bisa mendulang perolehan suara di kubu petahana, yaitu dengan ditariknya politisi senior Imam Hasyim mendampingi petahana, menggantikan posisi Dewi Khalifah (Nyai Eva) Ketua PC Muslimat NU Sumenep yang tak dicalonkan lagi oleh parpol berlogo banteng moncong putih tersebut.

Alhasil, pergantian pendamping Achmad Fauzi ini seolah menjadi “penyangga” kuat bagi posisi PDI Perjuangan untuk memenangkan pertaruangan Pilkada kali ini. Ada yang beranggapan, sosok Imam Hasyim memiliki rekam jejak politik cemerlang karena pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Sumenep hingga posisisinya saat ini sebagai Ketua DPC PKB Sumenep.

Dalam kalkulasi politik, popularitas dan elektabilitas Imam Hasyim sebagai tokoh politik dan Tokoh Pesantren (Kiai) memiliki trend tersendiri dalam “menghipnotis” masyarakat Sumenep yang memiliki ketertarikan tersendiri bagi figur pemimpin dari trah kiai. Kelebihan lain dari pengasuh Pondok Pesantren Attaufiqiyah Desa Aengbaja Raja Kecamatan Bluto itu juga dikenal sebagai penceramah kharismatik yang humoris.

Kendati Achmad Fauzi didampingi KH Imam Hasyim, kekuatan akar rumput paslon FINAL tak bisa diremehkan. Apalagi saat ini, tokoh central PDI Perjuangan MH Said Abdullah, yang merupakan paman dari Cabup Petahana tengah memikul tugas berat untuk memenangkan Pilkada di sejumlah daerah, termasuk pemenangan Pilgub Jatim 2024.

Faham VS Final, Siapa Lebih Kuat?
Banyak pihak mulai mengkalkulasi kekuatan dua paslon yang akan bertarung di Pilkada Sumenep yang semakin dekat ini. Berbagai pendekatan mulai dilakukan oleh masing-masing paslon, baik dikubu Faham maupun Final dengan cara turun kebawah.

Sejumlah grup WhastApp (WA) mulai muncul “perang” narasi pendukung dengan sindiran-sindiran menggelitik hingga tebar gambar pasangan calon.

Seperti disebutkan diawal tulisan ini, Achmad Fauzi sebagai petahana memiliki kedekatan emosional dengan kalangan kiai dan tokoh pesantren. Bahkan sosok Kiai sekaliber KH Ramdlan Siraj, dengan terang-terangan ikut mengantarkan paslon Faham (Fauzi-Hasyim) saat mendaftar ke KPU Sumenep, belum lama ini.

Beruntungnya lagi, Tokoh Kiai muda paling berpengaruh seperti KH Hazmi Basyir, Pengasuh Ponpes Annuqayah Latee menyatakan netral dalam Pilkada Sumenep kali ini.

Sementara KH Ali Fikri, pernah berpengalaman menjadi Calon Wakil Bupati Sumenep mendampingi Fattah Jasin, akan banyak belajar pada kekalahan sebelumnya.

Potensi paslon Final memenangkan pertarungan Pilkada Sumenep 2024 terbuka lebar. Apalagi jika paslon ini mampu memanage potensi jaringan dibawah yang sangat luas, misalnya jaringan alumni, jaringan famili dan simpatisan yang menginginkan perubahan. Wallahu A’lam……!!!

  • Avatar

    administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Haji Her di Hyatt dan Teka-teki KPK

    Terbit: 10 April 2026 | 00:00 WIB MADURAEXPOSE.COM – JAKARTA – Tokoh sentral industri tembakau Madura, Khairul Umam alias Haji Her, akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pusaran…

    Beli Elpiji 3 Kg Pakai Retina Mata? Said Abdullah: Jangan Hamburkan Anggaran!

    Terbit: 6 April 2026 | 23:20 WIB JAKARTA, MaduraExpose.com – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, melemparkan usulan revolusioner guna membendung kebocoran subsidi energi yang kian membengkak. Politisi…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *