Maduraexpose.com– Kasus dugaan penganiayaan terhadap AG (inisial) warga Desa Tanah Merah Kecamatan Saronggi oleh sekelompok pria bermobil putih tampaknya akan terus bergulir.
Kurniadi,SH Penasehat Hukum AG sempat dibuat berang karena tak ada satupun terduga pria yang ditahan dalam kasus tersebut.
Merespon hal tersebut, pihak Polres mencoba “menengahi” ketegangan antara Penasehat Hukum Korban dengan pihak Polsek Bluto yang menangani kasus tersebut.
Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti,SH dalam keterangannya yang diterima Maduraexpose.com menjelaskan duduk perkaranya terkait alasan penyidik Polsek Bluto tidak melakukan penahanan terhadap sejumlah pria yang diduga menjadi pelaku penganiayaan terhadap AG warga Desa Tanah Merah Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep. .
“Kasus ini sudah ditangani Polsek dan Polsek masih melakukan penyelidikan,” kata AKP Widiarti,SH Kasi Humas Polres Sumenep kepada Maduraexpose.com.
Polwan yang dikenal sangat lincah ini menambahkan, alasan lain tidak dilakukan penahanan terhadap para terduga kasus penganiayaan terhadap AG, karena peristiwanya bukang tangkap tangan Polisi.
“Karena kasus itu bukan tertangkap tangan,” tutupnya singkat.
Diberitakan media ini sebelumnya, pengacara kondang dan nyentrik Kurniadi,SH mempertanyakan kinerja penyidik Polsek Bluto Sumenep yang menangani kasus pengeroyokan dan kekerasan terhdap korban berinisial AG, warga Desa Tanah Merah Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep.
Dugaan terjadinya peristiwa kekerasan dan pengeroyokan oleh sekelompok pria dewasa terhadap korban AG tersebut, dijelaskan Kurniadi, terjadi pada Senin 26 26 Februari 2024 lalu.
Menurutnya, para pelaku pengeroyokan terhadap kliennya itu diduga kuat melibatkan sejumlah pria dewasa asal Desa Aeng Tong-tong Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
“Peristiwanya itu terjadi sekira pukul 20.40 di salah satu kafe di Jl. Raya Bluto Desa Bluto Sumenep Madura Jawa Timur, saat itu korban berinisial AG sedang menunggu pesanan bersama putri kecilnya,” kata Kurniadi,SH kepada wartawan di Sumenep, Rabu 28 Feberuari 2024.
Menurut Raja Hantu, sebelum terjadinya pengeroyokan korban AG tengah bersama putrinya yang masih balita, tiba-tiba sebuah mobil putih menghampirinya, kemudian beberapa pria dewasa turun dari kendaraan roda empat tersebut dan langsung memukuli korban secara bergantian..
Sementara anak korban menangis histeris seperti trauma menyaksikan ayahnya dipukul sejumlah pria. Brutalnya serangan dari gerombolan pria bermobil putih itu membuat korban kewalahan untuk melindungi putrinya yang masih balita.
“Dari keterangan yang kita peroleh dari saksi-saksi di TKP, satu dari enam pelaku itu diduga cemburu terhadap korban, yang duduk bersebelahan dengan seorang wanita cantik yang katanya pesinden asal Desa Tana Merah ini,” imbuh Kurniadi menjelaskan. [gas/tim/fer]

![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)
