Maduraexpose.com— Kurniadi,SH alias Si Raja Hantu Penasehat Hukum AG (inisial korban) membantah keras pernyataan Kasi Humas Polres Sumenep terkait kasus dugaan penganiayaan.
AG merupakan Warga Desa Tanah Merah Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep diduga menjadi korban penganiayaan sekelompok pria pengendara mobil putih di wilayah hukum Polsek Bluto Sumenep beberapa waktu lalu kian memanas. Dugaan penganiayaan terhadap AG itu, menurut Kurniadi,SH diduga karena pelaku merasa cemburu terhadap korban.
Menurut Kurniadi Si Raja Hantu, pihak membantah pernyataan pihak Polsek Bluto yang disampaikan melalui Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti,SH bahwa tidak ditangkapnya para terduga pelaku karena persitiwa itu tidak tangkap tangan.
“Lho,,??? Kok bukan tangkap tangkap tangan sich???” respon Kurniadi,SH melalui pesan WhatsApp pribadinya yang diterima media ini, Rabu 6 Maret 2024.
Kurniadi memastikan, pada saat kejadian, antara korban dengan terduga sama-sama diamankan oleh pihak Polsek Bluto, bahkan mobil yang dibawa para terduga juga sempat disita aparat kepolisian setempat.
“Kan Polisi dtg ke TKP dan langsung membawa pihak2 yg berselisih. Mobil yg digunakan Para Terduga juga disita pada saat itu juga,,,!!!,” imbuh Kurniadi.
Pihaknya juga mempertanyakan pihak Polres Sumenep yang memberikan kesimpulan peristiwa yang dialami kliennya bukanlah tangkap tangan. Pengacara yang kerap dipanggil Pakde dan Si Raja Hantu tersebut balik bertanya apa definisi tangkap tangan.
“Nah, klo bukan tangkap tangan, kenapa sudah melakukan penyitaan Barang Bukti pada saat kejadian? Lalu yang dianggap tangkap Tangan yg kayak apa?” tutup Kurniadi,SH kepada media ini.
Seperti diketahui, kasus dugaan penganiayaan terhadap AG (inisial) warga Desa Tanah Merah Kecamatan Saronggi oleh sekelompok pria bermobil putih tampaknya akan terus bergulir.
Kurniadi,SH Penasehat Hukum AG sempat dibuat berang karena tak ada satupun terduga pria yang ditahan dalam kasus tersebut.
Merespon hal tersebut, pihak Polres mencoba “menengahi” ketegangan antara Penasehat Hukum Korban dengan pihak Polsek Bluto yang menangani kasus tersebut.
Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti,SH dalam keterangannya yang diterima Maduraexpose.com menjelaskan duduk perkaranya terkait alasan penyidik Polsek Bluto tidak melakukan penahanan terhadap sejumlah pria yang diduga menjadi pelaku penganiayaan terhadap AG warga Desa Tanah Merah Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep.
“Kasus ini sudah ditangani Polsek dan Polsek masih melakukan penyelidikan,” kata AKP Widiarti,SH Kasi Humas Polres Sumenep kepada Maduraexpose.com.
Polwan yang dikenal sangat lincah ini menambahkan, alasan lain tidak dilakukan penahanan terhadap para terduga kasus penganiayaan terhadap AG, karena peristiwanya bukang tangkap tangan Polisi.
“Karena kasus itu bukan tertangkap tangan,” tutupnya singkat.
Diberitakan media ini sebelumnya, pengacara kondang dan nyentrik Kurniadi,SH mempertanyakan kinerja penyidik Polsek Bluto Sumenep yang menangani kasus pengeroyokan dan kekerasan terhdap korban berinisial AG, warga Desa Tanah Merah Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep.
Dugaan terjadinya peristiwa kekerasan dan pengeroyokan oleh sekelompok pria dewasa terhadap korban AG tersebut, dijelaskan Kurniadi, terjadi pada Senin 26 26 Februari 2024 lalu.[gas/tim/fer]


![Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah usul verifikasi biometrik (sidik jari & retina) untuk beli gas elpiji 3 kg guna hemat anggaran. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah usul verifikasi biometrik (sidik jari & retina) untuk beli gas elpiji 3 kg guna hemat anggaran. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1775492774/said-abdullah-usul-retina-mata-elpiji-3kg_rs43fv.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)

![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)