Scroll untuk baca artikel
Headline News

Kurniadi Bantah Keras Pernyataan Polres Soal Polsek Bluto Tidak Tangkap Tangan Kasus Dugaan Penganiayaan Warga Tanah Merah

Avatar photo
2236
×

Kurniadi Bantah Keras Pernyataan Polres Soal Polsek Bluto Tidak Tangkap Tangan Kasus Dugaan Penganiayaan Warga Tanah Merah

Sebarkan artikel ini
Kurnaidi,SH si Raja Hantu Penasehat Hukum AG yang diduga menjadi korban penganiayaan sekelompok pria bermobil putih. [Dok.Maduraexpose]

Maduraexpose.com— Kurniadi,SH alias Si Raja Hantu Penasehat Hukum AG (inisial korban) membantah keras pernyataan Kasi Humas Polres Sumenep terkait kasus dugaan penganiayaan.

AG merupakan Warga Desa Tanah Merah Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep diduga menjadi korban penganiayaan sekelompok pria pengendara mobil putih di wilayah hukum Polsek Bluto Sumenep beberapa waktu lalu kian memanas. Dugaan penganiayaan terhadap AG itu, menurut Kurniadi,SH diduga karena pelaku merasa cemburu terhadap korban.

Menurut Kurniadi Si Raja Hantu, pihak membantah pernyataan pihak Polsek Bluto yang disampaikan melalui Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti,SH bahwa tidak ditangkapnya para terduga pelaku karena persitiwa itu tidak tangkap tangan.

“Lho,,??? Kok bukan tangkap tangkap tangan sich???” respon Kurniadi,SH melalui pesan WhatsApp pribadinya yang diterima media ini, Rabu 6 Maret 2024.

Kurniadi memastikan, pada saat kejadian, antara korban dengan terduga sama-sama diamankan oleh pihak Polsek Bluto, bahkan mobil yang dibawa para terduga juga sempat disita aparat kepolisian setempat.

“Kan Polisi dtg ke TKP dan langsung membawa pihak2 yg berselisih. Mobil yg digunakan Para Terduga juga disita pada saat itu juga,,,!!!,” imbuh Kurniadi.

Pihaknya juga mempertanyakan pihak Polres Sumenep yang memberikan kesimpulan peristiwa yang dialami kliennya bukanlah tangkap tangan. Pengacara yang kerap dipanggil Pakde dan Si Raja Hantu tersebut balik bertanya apa definisi tangkap tangan.

“Nah, klo bukan tangkap tangan, kenapa sudah melakukan penyitaan Barang Bukti pada saat kejadian? Lalu yang dianggap tangkap Tangan yg kayak apa?” tutup Kurniadi,SH kepada media ini.

------------------------