DPRD Sumenep Dukung Penuh Riset Banjir BRIDA-ITS: Upaya Konkret Cari Akar Masalah Kompleks Sejak Era Kolonial

Terbit: 16 Desember 2025 | 03:44 WIB

SUMENEP – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Hairul Anwar, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif riset banjir komprehensif yang kini tengah dilaksanakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Sumenep berkolaborasi dengan akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Dukungan ini muncul sebagai harapan untuk menemukan solusi berkelanjutan atas persoalan genangan air tahunan yang telah menjadi momok masyarakat.

Hairul Anwar menegaskan bahwa riset ini adalah langkah yang sangat penting dan strategis untuk menjawab pertanyaan mendasar mengenai penyebab pasti banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Sumenep.

“Inisiatif ini sangat penting untuk menjawab pertanyaan mendasar, yakni apa sebenarnya penyebab banjir di Sumenep,” ujar Hairul kepada wartawan di Sumenep, belum lama ini.

Persoalan Kompleks Sejak Masa Kolonial

Politisi tersebut menyoroti bahwa persoalan banjir di Sumenep bukanlah isu baru, melainkan masalah yang bersifat kompleks dan disebutnya sudah berlangsung sejak masa kolonial.

“Masalah banjir di Sumenep cukup kompleks dan sudah terjadi sejak masa kolonial. Maka, pengumpulan data secara menyeluruh sangat dibutuhkan untuk menemukan akar persoalan yang sesungguhnya,” tegasnya.

Untuk itu, Hairul menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor agar penelitian yang dilakukan dapat menghasilkan temuan yang komprehensif dan dapat diimplementasikan secara nyata. Data yang akurat dan menyeluruh dianggap sebagai kunci untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.

Riset ITS-BRIDA Sebagai Dasar Kebijakan Publik

Lebih lanjut, Hairul berharap agar hasil riset yang dilaksanakan oleh tim BRIDA Sumenep dan ITS tidak hanya berhenti pada sebatas kajian akademik. Temuan riset tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan publik dan rekomendasi penanganan banjir yang berkelanjutan bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep.

“Langkah ini merupakan solusi konkret untuk mengakhiri persoalan banjir tahunan agar tidak lagi menjadi momok bagi masyarakat Sumenep dan generasi mendatang,” tambahnya.

Fokus Riset di 10 Kawasan Rawan Genangan

Sebelumnya, BRIDA Sumenep telah memulai riset komprehensif terkait banjir perkotaan di bawah kepemimpinan Ardy Maulidy Navastara, S.T., M.T. Penelitian ini dijadwalkan berlangsung selama 90 hari, hingga akhir November 2025.

Riset difokuskan pada pemetaan dan analisis mendalam di lima kawasan rawan genangan di wilayah kota Sumenep, meliputi:

  • Perumahan BSA

  • Perumahan Satelit

  • Kawasan Jalan Sumoharjo

  • Kawasan Jalan Agus Salim

  • Kawasan Jalan Trunojoyo, Dr. Cipto, dan Didik Setia Budi

Selain kawasan perkotaan, penelitian juga mencakup daerah penyangga yang sering terdampak, yaitu:

  • Desa Patean (Kecamatan Batuan)

  • Desa Nambakor (Kecamatan Saronggi)

  • Desa Muangan (Kecamatan Saronggi)

  • Desa Sendir (Kecamatan Lenteng)

Dukungan penuh dari DPRD ini diharapkan dapat mempercepat proses pengambilan keputusan pasca-riset, memastikan bahwa rekomendasi ilmiah dapat segera diterjemahkan menjadi aksi nyata untuk menanggulangi masalah banjir Sumenep secara permanen.***

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sinyal Keras Legislator untuk Bupati

Terbit: 16 April 2026 | 11:23 WIB SUMENEP – Gedung parlemen Sumenep memanas. Sebanyak tujuh fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep secara resmi menyampaikan Pandangan Umum (PU)…

Sekda dan Pimpinan OPD Hadiri Paripurna Prolegda 2026

Terbit: 11 April 2026 | 19:45 WIB SUMENEP, MADURAEXPOSE.COM – Kehadiran jajaran eksekutif yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) serta pimpinan OPD dalam Rapat Paripurna DPRD Sumenep menjadi simbol harmonisasi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *