Badko HMI Jabar Diteror: ‘Maju Tak Gentar’

Terbit: 24 Maret 2026 | 19:34 WIB

BANDUNG – Iklim demokrasi di Jawa Barat kembali memanas. Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jawa Barat, Siti Nurhayati Barsasmy, dilaporkan menjadi sasaran serangkaian teror dan intimidasi sistematis dari pihak tidak dikenal. Insiden ini mencuat tak lama setelah Siti mengunggah konten video yang menyoroti dugaan keterlibatan aktor intelektual dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus

 

Baca Juga: Anatomi Teror: Antara Residu Militerisme dan Supremasi Hukum

 

Dalam keterangan resminya, Selasa (24/3/2026), Siti mengungkapkan bahwa intimidasi tersebut bermula dari pesan WhatsApp anonim. Pesan tersebut tidak hanya berisi instruksi untuk menghentikan vokalisasi kasus, tetapi juga memuat ancaman personal yang mencemaskan, termasuk pelacakan posisi anggota keluarga (ibu) hingga ancaman kekerasan fisik yang serupa dengan yang dialami Andrie Yunus.

“Saya menerima pesan WhatsApp yang menyuruh saya diam, menyebutkan posisi ibu saya, hingga mengancam akan melakukan hal yang sama seperti yang dialami Bang Andrie,” ujar Siti.

Serangan tidak hanya berhenti di ranah personal. Akun Instagram resmi Badko HMI Jawa Barat juga menjadi target pembunuhan karakter (cyberbullying) dan ancaman pengrusakan organisasi oleh sejumlah akun anonim melalui Direct Message (DM) dan kolom komentar. Serangkaian tindakan ini mengindikasikan adanya upaya represi terstruktur terhadap kebebasan berpendapat dan fungsi kontrol sosial mahasiswa.

Namun, alih-alih meredupkan semangat, Siti menegaskan bahwa serangkaian teror ini justru menjadi ‘bahan bakar’ yang memantik solidaritas dan semangat perlawanan organisasi. “Kami tidak takut. Teror ini justru berdampak pada terpantiknya semangat kami. Semakin diteror, semakin ‘gacor’,” tegasnya dengan nada optimistis.

Lebih jauh, Siti menilai pola kekerasan psikologis ini sebagai sinyalemen nyata mundurnya kualitas demokrasi di Indonesia, di mana suara kritis sering kali dibalas dengan represi. Saat ini, Badko HMI Jawa Barat tengah mengkaji langkah taktis—baik melalui jalur demonstrasi maupun aksi lainnya—sebagai respons atas intimidasi tersebut. “Intinya, semakin disiram, semakin tak padam,” pungkas Siti, menegaskan komitmen organisasi untuk terus mengawal isu keadilan sosial. [tim/red]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Haji Her Jawab Tudingan Mangkir: “Orang Madura Itu Apa Adanya!”

Terbit: 10 April 2026 | 02:00 WIB MADURAEXPOSE.COM – JAKARTA – Pengusaha tembakau kenamaan asal Madura, Khairul Umam alias Haji Her, akhirnya muncul di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *