Trah Syaichona Kholil di Barisan Prabowo: Kiprah Nyata Ra Ibong Mengawal Aspirasi Pulau Garam dari Senayan

Terbit: 26 Desember 2025 | 17:22 WIB

BANGKALAN – Berbicara tentang politik di Pulau Madura tidak akan pernah lepas dari dua hal: Nasab dan Pengabdian. Di tengah hiruk-pikuk perebutan kursi parlemen, nama Imron Amin, S.H., M.H., atau yang lebih karib menyapa dengan sebutan Ra Ibong, muncul sebagai simbol perpaduan antara keberkahan darah ulama dan militansi pejuang politik.

Sebagai cicit kandung dari maha guru para ulama Nusantara, Syaichona Muhammad Kholil Bangkalan, Ra Ibong memikul amanah yang tidak ringan. Namun, lewat bendera Partai Gerindra di bawah komando Prabowo Subianto, ia membuktikan bahwa garis keturunan emasnya adalah bahan bakar untuk melayani, bukan sekadar gelar untuk dibanggakan.

Darah Ulama, Nafas Perjuangan

Bagi masyarakat Madura, sosok Syaichona Kholil adalah “Mataharinya” ilmu pengetahuan dan spiritualitas. Menjadi bagian dari trah Martajazah membuat Ra Ibong memiliki ikatan batin yang kuat dengan masyarakat bawah, mulai dari kalangan santri hingga para petani di pelosok Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

“Beliau bukan sekadar politisi yang datang saat butuh suara. Ada nilai ta’dzim dan akhlak santri yang beliau bawa ke Senayan,” ungkap salah satu tokoh pemuda di Bangkalan.

Latar belakang pendidikannya sebagai Magister Hukum dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta membuat Ra Ibong menjadi sosok yang “nyantri tapi intelek”. Ia mampu menerjemahkan bahasa kitab kuning ke dalam bahasa undang-undang saat duduk di Komisi DPR RI.

Benteng Aspirasi Madura di Barisan Gerindra

Sejak menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Bangkalan pada 2015, Ra Ibong berhasil mengonsolidasikan kekuatan politik yang disegani. Loyalitasnya pada Prabowo Subianto bukan tanpa alasan. Baginya, visi Gerindra selaras dengan kebutuhan Madura: kedaulatan pangan, penguatan ekonomi rakyat, dan harga diri bangsa.

Selama periode 2019–2024 di DPR RI, kiprahnya nyata. Mulai dari mengawal kebijakan yang pro-petani, memperjuangkan infrastruktur di pelosok desa, hingga menjadi jembatan bagi para tokoh agama di Madura untuk menyampaikan aspirasi ke pusat kekuasaan di Jakarta.

Tokoh Muda yang Merakyat

Meski menyandang status sebagai adik dari mantan Bupati Fuad Amin Imron dan Bupati Abdul Latif Amin Imron, Ra Ibong memilih jalannya sendiri dengan karakter yang lebih merangkul. Keterlibatannya di PC Ansor, NU, hingga memimpin PSSI Bangkalan menunjukkan bahwa ia adalah sosok lintas sektor.

Penghargaan sebagai Tokoh Pemuda Terpopuler Madura Awards 2018 menjadi bukti sahih bahwa daya pikatnya menembus batas usia. Di mata kaum milenial Madura, Ra Ibong adalah representasi bahwa anak muda Madura bisa bersaing di kancah nasional tanpa melupakan akar budayanya.

Menjaga Amanah di Setiap Langkah

Di tengah kesibukannya, Ra Ibong tetaplah seorang kepala keluarga yang bersahaja bagi istri dan ketiga anaknya. Baginya, politik adalah sarana ibadah (wasilah).

Kini, dengan tantangan politik yang semakin dinamis, langkah Ra Ibong di barisan Prabowo Subianto tetap dinanti. Rakyat Madura menaruh harapan besar pada pundaknya, agar suara dari Pulau Garam tetap terdengar lantang dan berwibawa di bawah kubah Senayan.

[dbs/tim/red]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Maraton Hibah Jatim: KPK Gali Keterangan 13 Saksi, Dua Kades Bangkalan Hadir

Terbit: 18 April 2026 | 00:32 WIB BANGKALAN – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami struktur penyaluran dana hibah APBD Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2021-2022. Bertempat di…

Sekda Tidur Pulas di LKPJ Bupati: LIRA Bangkalan Desak Ismet Efendi Dicopot

Terbit: 11 April 2026 | 19:25 WIB BANGKALAN, MADURAEXPOSE.COM – Sebuah insiden memprihatinkan mencoreng jalannya sidang paripurna di DPRD Bangkalan. Sekretaris Daerah (Sekda) Bangkalan, Ismet Efendi, tertangkap kamera di duga…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *