Perantau Kalimantan Rela Gelontorkan Miliaran Rupiah Demi Sapi Madura, Apa Hebatnya?

Terbit: 11 Januari 2026 | 16:57 WIB

MaduraExpose.com – Fenomena menarik terjadi setiap mendekati musim Lebaran Kurban di Pelabuhan Telaga Biru, Kecamatan Tanjung Bumi. Ratusan ekor sapi Madura diberangkatkan menuju Kalimantan Selatan dengan nilai transaksi yang fantastis. Meski harus menyeberangi lautan dengan biaya yang tidak sedikit, para perantau asal Madura di Banjarmasin dan sekitarnya tetap memilih mendatangkan ternak dari tanah kelahiran mereka.

Dana hingga miliaran rupiah digelontorkan untuk membiayai pengiriman sekitar 200 ekor sapi dalam sekali pemberangkatan. Hal ini memicu pertanyaan besar bagi publik: apa sebenarnya kehebatan sapi Madura hingga begitu diburu di tanah perantauan?

Kualitas Daging di Atas Rata-Rata Sapi Jawa

Daya tarik utama sapi Madura terletak pada kualitas dagingnya yang sangat khas. Secara fisik, daging sapi Madura memiliki warna merah cerah dengan tekstur yang empuk dan serat yang halus. Salah satu keunggulan yang paling dicari oleh konsumen adalah kandungan lemaknya yang sangat rendah dibandingkan jenis sapi lainnya.

Di pasar nasional, kualitas daging sapi Madura tercatat sebagai salah satu yang terbaik, hanya terpaut tipis di bawah sapi Bali. Keunggulan ini membuat sapi Madura memiliki nilai tawar tinggi di mata pedagang besar dari berbagai kota di Pulau Jawa seperti Tasikmalaya, Boyolali, hingga Karawang.

Efisiensi Karkas yang Menguntungkan

Selain faktor rasa dan tekstur, kehebatan sapi Madura terletak pada persentase karkasnya. Karkas adalah berat total daging setelah dipisahkan dari kepala, kaki, jeroan, dan kulit. Sapi Madura rata-rata menghasilkan karkas sebesar 48 persen dari total berat badan.

Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan sapi lokal di Pulau Jawa yang umumnya hanya mencapai 45 persen. Bahkan, melalui proses penggemukan yang intensif di peternakan profesional, persentase karkas sapi Madura mampu menembus angka 60 persen. Kondisi daging yang lebih “kesat” dan minim lemak ini membuat volume daging murni yang dihasilkan jauh lebih banyak dan lebih laku di pasaran.

Dominasi Pasar di Kalimantan

Tingginya permintaan di Kalimantan Selatan bukan tanpa alasan. Masyarakat di sana, terutama para perantau, sangat meminati bagian spesifik seperti kokot atau kikil sapi Madura yang dikenal lebih padat dan gurih. Kebutuhan di wilayah Kalimantan Selatan bahkan dilaporkan bisa mencapai 2.000 ekor sapi per musim.

Meskipun persaingan dari jenis sapi lain mulai bermunculan, loyalitas konsumen terhadap sapi Madura tetap tidak tergoyahkan. Harga jual yang dipatok mulai dari Rp12 juta hingga Rp25 juta per ekor tidak menjadi penghalang bagi para pembeli untuk mendapatkan kualitas premium dari Pulau Garam ini.

Kehebatan sapi Madura yang menggabungkan cita rasa gurih, tekstur halus, dan efisiensi karkas tinggi inilah yang menjadikannya sebagai primadona nasional yang nilainya terus meroket setiap tahun.***

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Maraton Hibah Jatim: KPK Gali Keterangan 13 Saksi, Dua Kades Bangkalan Hadir

Terbit: 18 April 2026 | 00:32 WIB BANGKALAN – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami struktur penyaluran dana hibah APBD Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2021-2022. Bertempat di…

Sekda Tidur Pulas di LKPJ Bupati: LIRA Bangkalan Desak Ismet Efendi Dicopot

Terbit: 11 April 2026 | 19:25 WIB BANGKALAN, MADURAEXPOSE.COM – Sebuah insiden memprihatinkan mencoreng jalannya sidang paripurna di DPRD Bangkalan. Sekretaris Daerah (Sekda) Bangkalan, Ismet Efendi, tertangkap kamera di duga…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *