POLITIK MASYARAKAT MISKIN

Terbit: 13 November 2017 | 23:47 WIB

OLEH:BAHRUDIN MUDHAR
Mahasiswa UM-SURABAYA-ASAL MABAR-NTT

Menjelang pemilihan kepala Daerah hampir diseluruh provinsi se Indonesia lagi hangat dan heboh di semua media sosial.
Bahkan sampai hari ini semua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur sedang melakukan yang namanya pencitraan terhadap masyarakat.

Kalo saya melihat hari ini ada fenomena menarik dikalangan masyarakat miskin pada umumnya, dan saya mengambil kesimpulan bahwa kemiskinan itu terjadi karena tidak antipatifnya pamarintah ketika mengimplementasikan kebijakan bahkan bisa dikatakan kebijakan pamarintah terbatas pada struktur saja tapi tak pernah terrelesasikan kepada masyarakt.

Sehingga menimbulkan pula pada keyakinan dan prilaku politik masyarakat menjelang pemilihan.
Kini semu tawaran program yang disampaikan oleh calon gubernur dan wakil gubernur masyarakat hanaya memandangnya sebatas pencitraan dan hanya omong kosong yang berakhir penhianatan terhadap masyarakat hari ini.

Aktivitas politik masyarakat miskin ini pula jarang diperhatian oleh Akademisi sehingg nilai politik dimata masyarakat hanya sebatas senda gurau.
Sebenar akademisi harus mampu memberi pemahaman yang baik terhadap masyarakat dalam persoalan politik ini.
Kalo saya lihat para elit politik atau akademisi hari ini hanya memberikan perhatian dalam bentuk pemberdayaan ekonomi agar bisa keluar dari jerat kemiskinan. Padahal dari segi politik keberadaan masyarakat miskin ini dapat menetukan arah kekuasaan.

Kalo ada yang mengatakan masyarakat miskin hanayalah klompok masyarakat apatis terhadap politik, saya tidak sepenuhnya sepakat hal tersebut.
Arah kekuasaan ada ditangan politik masyarakt miskin.

#Rakyat berkuasa
#Untuk manggarai barat yang lebih baik

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Anatomi Teror: Antara Residu Militerisme dan Supremasi Hukum

Terbit: 21 Maret 2026 | 03:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | LABORATORIUM NALAR – Peristiwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di pelataran YLBHI bukan sekadar tindak pidana penganiayaan…

Kiamat Nalar 2026: Saat Algoritma Menjadi ‘Dajjal’ dan Gaza Jadi Laboratorium Terakhir Manusia

Terbit: 19 Maret 2026 | 13:11 WIB MADURAEXPOSE.COM – Peradaban sedang berada di titik nadir yang paling berbahaya. Ketika Joe Kent di Amerika Serikat membongkar kepalsuan intelijen yang menyeret Trump…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *