Mendadak Pohon Beringin Meranggas, Benarkah Bencana Besar Akan Melanda Penghuni Keraton Sumenep?

Terbit: 21 Mei 2016 | 15:32 WIB

MADURA EXPOSE–Pohon beringin raksasa yang sudah ratusa tahun tumbuh subur di depan Keraton Sumenep mendadak meranggas hingga daunnya tampak pucat mengering seperti gerhana bulan menarik perhatian banyak orang yang lalu lalang. Maklum, tempat pohon beringin raksasa ini berdekatan denga museum keraton dan situs sejarah peninggalan raja-raja Sumenep sejak ratusan tahun silam.

“Siapapun tahu kalau pohon beringin itu mudah tumbuh subur meski didataran tinggi atau bahkan dibukit bebatuan sekalipun. Sangat aneh kalau pohon beringin raksasa didepan Keraton Sumenep ini meranggas di musim penghujan. Kalau kita perhatikan secara seksama ditengah malam, pada ranting-ranting pohon itu seperti dipenuhi bayangan roh manusia yang tengah menangis,”ujar seorang pria asal Kecamatan Batu Putih, Sumenep yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Pria yang sering terlihat berdiam diri tidak bisa memprediksi peristiwa apa saja yang akan terjadi. Mungkinkah keanehan ini berkaitan dengan para pemimpin di Sumenep? Ataukah orang-orang Sumenep yang saat ini memiliki jabatan tinggi dalam kubangan masalah besar? Atau mungkinkah ada kaitannya dengan pejabat-pejabat penting dilingkaran keraton, pendopo maupun Pemkab Sumenep?

“Saya bukan peramal Mas, tapi yang jelas saya sangat takut sekali ketika memandangi pohon aneh didepan Pendopo Keraton Sumenep ini. Semoga ini bukan pertanda buruk bagi pemimpin kita di Sumenep,” pungkasnya sambil meneteskan air mata. [fer]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sinergi Pendopo: Cara Bupati Achmad Fauzi Rangkul Ulama Jaga ‘Imun’ Sosial Sumenep

Terbit: 28 Februari 2026 | 16:51 WIB MADURAEXPOSE.COM – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, kembali mempertegas pentingnya kolaborasi antara umara dan ulama dalam menjaga stabilitas daerah. Dalam sebuah pertemuan hangat…

Uang Rakyat Kok ‘Tidur’ Nyenyak? Menggugat Logika Penjaga Brankas di Meja Cangkrukan

Terbit: 27 Februari 2026 | 13:34 WIB Oleh: Ferry Arbania Malam itu di Sumenep, sisa-sisa doa tarawih masih menggantung di udara, tapi di meja cangkrukan kami, obrolan justru mulai “berdosa”.…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *