1 Tahun Kasus Dugaan Korupsi SMAN Batuan, Lanjutkan!

0
1115
Demo menuntut penuntasan kasus korupsi pengadaan lahan di SMA Negeri Batuan Sumenep (Istimewa)

Sumenep,Maduraexpose.com- Aktivis anti korupsi dari kalangan Mahasiswa Sumenep mengingatkan penegak hukum agar tetap serius dalam menuntaskan segala bentuk dugaan kasus korupsi yang selama ini meresahkan masyarakat luas.

“Tanpa terasa, kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di SMA Negeri Batuan sudah mencapai satu tahun.
Seperti tekad kami sebelumnya, persoalan ini tidak boleh berhenti begitu saja. Harus ada kepastian hukum”, ujar Muhammad Hanafi, pengamat hukum dari Sumekar Network kepada Maduraexpose.com, Selasa 1 September 2015.

Menurut dia, meski kasus dugaan korupsi pengadaan lahan SMAN Batuan sudah pernah diterbitkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan), namun bukan berarti proses hukum berhenti begitu saja.

“Seperti disampaikan kepala Kejari Sumenep, SP3 itu bukan akhir dari segala kasus yang ada. Kasus ini pasti dibuka lagi oleh pihak penegak hukum dengan adanya alat bukti baru”, tandasnya.

Sebelumnya, pihak Kejaksaan Negeri Sumenep bilang, kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di SMA Negeri Batuan itu menelan anggaran sebesar Rp 1,7 milyar. Namun berdasarkan ekspose Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), kerugian negara belum bisa diperkirakan.

SP3 yang diterbitkan pihak kejaksaan tersebut yakni, no.01/0-5-34/D.1/07/2014 tertanggal 3 juli 2014. Versi penyidik Kejari Sumenep, BPKP belum menemukan adanya kerugian negara, dengan alasan dalam penentuan nilai tanah yang ditunjuk Kantor jasa penilai publik (KJPP), yang menafsir harga Rp 178 ribu per meter. Tafsiran harga tersebut selisihnya tidak terlalu jauh dari harga yang ditetapkan Pemkab, yakni sebesar Rp 175 ribu per meter.

Hal inilah yang membuat banyak kalangan mengaku perlunya kasus tersebut dibuka kembali, mengingat harga pembelian di atas NJOP (nilai jual objek pajak) “sekelas” tanah atau lahan di Batuan Sumenep yang hanya bernilai Rp 50 ribu per meter.

(bbs/goo/fer)