Widayanti: Silahkan Jadi Wanita Karir asal tidak Telantarkan Anak

Terbit: 26 Juni 2015 | 23:00 WIB

Widayanti Rose, seorang guru asal Kaduarah Timur, Kecamatan Pragaan, Sumenep memberikan apresiasi positif dengan makin banyaknya kaum wanita atau perempuan yang terjun kedunia karir seperti menjadi pebisnis, karyawati, politisi dan  tenaga kerja maupun profesi lainnya.

“Apalagi di era sekarang sudah banyak tawaran pekerjaan untuk perempuan. Bahkan ketersediaan perempuan dalam suatu profesi pun menjadi syarat mutlak”, ujarnya kepada MaduraExpose.com, Jum’at 26 Juni 2015.

Makin besarnya peluang dunia kerja terhadap kaum wanita tersebut, diharapkan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin demi menata masa depan terlebih unttuk membantu menopang ekonomi keluarga.

“Dengan bgitu, perempuan tidak perlu canggung lagi dalam berkarir”, imbuhnya.

Bagaimana dengan wanita yang sudah bersuami? Menurut Widayanti, tak ada persoalan dengan perempuan yang sudah tidak lajang lagi. Namun sebagai umat Islam yang baik, diharapkan tetap berpedoman terhadap aturan-aturan yang ada, dimana seorang istri punya hak dan kewajiban terhadap keluarganya.

“Menurutku seorang istri boleh-boleh saja membantu ekonomi keluarga dengan bekerja sebagai wanita karier asalkan ada ijin dari keluarga (suami)”, paparnya panjang lebar.

Wanita berhijab ini yang juga alumni Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep ini mengingatkan pentingnya seorang istri yang tetap mengedepankan kewaijbannya sebagai istri.

” Pekerjaan yang dijalani  wanita karir juga sebagiknya tidak menyalahi kodratnya sebagai perempuan. Dan yang paling penting adalah harus tetap bertanggung jawab penuh sebagai istri bagi suami sekaligus ibu dari anak2 kita”, pungkasnya.

(Ferry Arb)

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Lebaran dr. Tifa: Antara Langkah Sunyi, Luka yang Sakral, dan Kemenangan Hati

Terbit: 19 Maret 2026 | 20:10 WIB SUMENEP – Di tengah gempita perayaan Idul Fitri 1447 H, sebuah pesan kontemplatif datang dari sosok intelektual dr. Tifauzia Tyassuma (dr. Tifa). Melalui…

Mudik 2026: Komisi VI DPR RI Soroti Kegagalan Mitigasi BUMN Karya di Jalur Krusial

Terbit: 17 Maret 2026 | 23:21 WIB JAKARTA – Arus mudik Lebaran 2026 yang seharusnya menjadi momentum kebahagiaan nasional, kini berubah menjadi ujian kesabaran bagi jutaan masyarakat. Kendala klasik berupa…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *