Utari: Saya Kuliah Kebidanan Demi Kaum Wanita dan Bayi

Terbit: 28 Juni 2015 | 05:14 WIB

Wanita Kita, MaduraExpose.com- Banyak orang bilang jik Memilih profesi bidan sangat menguntungkan, karena selain sebagai pembantu sekaligus pemimpin
persalinan, seorang bidan berperan sebagai dokter ketika memeriksa pasien, perawat saat melakukan perawatan dan hal penting lainnya semisal menjahit preneum serta supporter dalam memberikan dukungan terhadap pasien dan bidan bisa menjadi sahabat bagi semua lapisan masyarakat.

Terlepas dari itu semua, Utari Fitri, seorang gadis kelahiran Tangerang, saat berbincang dengan MaduraExpose.com mengaku piihan profesi bidan merupakan kebanggan tersendiri. Paling tidak, ketika menjadi bidan, seorang bidan mampu membantu pemerintah, dalam upaya menekan angka kematian bayi dan ibu saat persalinan. Cita-cita mulya inilah yang membuatnya memilih melanjutkan pendidikan di Kebidanan.

“Pilihan saya kuliah di kebidanan itu suatu hal yang memang membuat seorang wanita pastinya tertarik. Karna kebidanan itu menyangkut dengan seorang wanita, dimana kita tau ruang lingkung kesehatan seorang wanita”, ujarnya kepada MaduraExpose.com, Minggu 28 Juni 2015.

Gadis berjilbab dengan kulit putih nanti ayu ini berharap, hadirnya bidan ditengah masyarakat mampu meningkatkan program pemerintah yang berharap agar masyarakat Indonesia sadar akan pentingnya megikuti program Keluarga Berencana (KB).

‘Yang perlu ditingkatkan adalah kesadaran masyarakat Indonesia umumnya, harus menggunakan KB. Tujuannya, Agar wanita khususnya kalangan Ibu-Ibu terbebas dari segala jenis penyakit yang membahayakan’, imbuhnya.

Pihaknya juga berharap banyak, angka kematian Ibu dan kematian bayi saat persalinan ditekan semaksimal mungkin. Dan hal tersebut,lanjutnya, akan bisa terealisasi dengan baik, jika masyarakat percaya sepenuh hati terhadap tugas dan fungsi bidan ditengah masyarakat.

“Kesejahteraan yang kita harapkan adalah menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi . Dan para bidan pasti mengharapkan masyarakat kita, khususnya masyarakat awam supay percaya sepenuh hati terhadap bidan”, timpalnya lagi .

(Ferry Arbania)

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Lebaran dr. Tifa: Antara Langkah Sunyi, Luka yang Sakral, dan Kemenangan Hati

Terbit: 19 Maret 2026 | 20:10 WIB SUMENEP – Di tengah gempita perayaan Idul Fitri 1447 H, sebuah pesan kontemplatif datang dari sosok intelektual dr. Tifauzia Tyassuma (dr. Tifa). Melalui…

Mudik 2026: Komisi VI DPR RI Soroti Kegagalan Mitigasi BUMN Karya di Jalur Krusial

Terbit: 17 Maret 2026 | 23:21 WIB JAKARTA – Arus mudik Lebaran 2026 yang seharusnya menjadi momentum kebahagiaan nasional, kini berubah menjadi ujian kesabaran bagi jutaan masyarakat. Kendala klasik berupa…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *